Rabu, 22 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Berani Temui Taliban, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi Minta 3 Hal Penting Ini

Menlu Retno Marsudi mengungkapkan tujuannya melakukan kunjungan singkat ke Doha

Editor: Machmud Mubarok
INSTAGRAM
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi temui perwakilan Taliban di Doha. 

Tak hanya Taliban, Wawan mengatakan BIN juga telah masuk ke kelompok-kelompok perlawanan lainnya.

Hal itu disampaikan Wawan dalam diskusi bertajuk Tantangan Taliban: “Mampukan Membentuk Pemerintahan Yang Efektif yang disiarkan kanal YouTube Gelora Tv, Rabu (2/9/2021).

"Kita menyusup ke seluruh kelompok-kelompok perlawanan, termasuk ke dalam Taliban sendiri," kata Wawan.

Meski Wawan tak merinci kelompok mana saja yang juga disusupi BIN, pihaknya memastikan jika hal itu dilakukan mencegah perang merembet hingga ke Indonesia.

Terlebih, Wawan menyadari betul jika tak sedikit masyarakat Indonesia yang terpancing saat melihat situasi kondisi Timur Tengah yang bergejolak.

"Kita terus usahakan supaya mereka tetap menjaga komitmen, supaya tidak sedikit-sedikit melepaskan emosi untuk meledakkan bom, termasuk bom bunuh diri," ucap Wawan.

Ia juga menyatakan, BIN berupaya memastikan kelompok perlawanan itu tetap pada komitmennya untuk menjaga perdamaian.

"Kita bergerak menyusupkan teman-teman kita kepada kubu lawan-lawan itu di berbagai negara. Untuk apa? Untuk bareng-bareng menjaga (perdamaian,red)," jelasnya.

Butuh Pengakuan

Wawan Purwanto juga menyebut, saat ini Taliban membutuhkan pengakuan dunia internasional setelah berhasil menguasai Afghanistan.

Menurut Wawan, tanpa pengakuan itu, masa depan Afghanistan tidak baik serta hanya berada dalam lingkaran di dalam negeri sendiri.

Bila tak ada pengakuan, tak menutup kemungkinan pemerintahan Afghanistanakan kembali runtuh.

"Taliban sendiri butuh pengakuan internasional, dia takkan bisa apa-apa kalau tak ada trust internasional. Kalau seperti ini terus, tinggal tunggu waktu akan jatuh lagi," kata Wawan.

Wawan menjelaskan, saat mendapat kepercayaan dunia internasional, Talibanbisa memulai penataan Afghanistan.

Hal utama, terkait masalah ekonomi.

Sebab, jika Taliban tak bisa membebaskan rakyat Afghanistan dari kelaparan, maka akan terus terjadi ketidakpuasan dari dunia internasional.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved