Breaking News:

Ridwan Kamil Bilang Seniman Jangan Baper Kalau Mural Dihapus, Netizen:Pejabat Oge Tong Baper

kritik dalam mural, harus segera didialogkan antara pelaku mural dengan pihak-pihak lainnya seperti seniman dan pemerintah.

Editor: Machmud Mubarok
(Tribun Jakarta/Ist)
Mural Presiden Jokowi 404:Not Found di Batuceper, Kota Tangerang, Banten. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan para pelaku mural jangan sampai tersinggung atau mengeluh jika karyanya ditertibkan atau ditutup mural lainnya.

Ia mengatakan hal tersebut sudah biasa dalam seni mural, seni perkotaan yang didukungnya sejak menjadi Wali Kota Bandung.

Ia mengatakan mengenai kritik dalam mural, harus segera didialogkan antara pelaku mural dengan pihak-pihak lainnya seperti seniman dan pemerintah. Apapun, katanya, selalu memiliki aturan dan batasannya.

"Kita ini harus berdialog, dalam merumuskan 'batas'. Batasan mana yang boleh dan pantas, mana yang tidak boleh dan tidak pantas. Di dunia digital pun, tidak semua dari kita paham, mana itu 'kritik' argumentatif mana itu 'bully/shaming'," katanya melalui akun instagramnya, Rabu (1/9).

Baca juga: Mural Mirip Presiden Jokowi di Jalan Layang Pasupati Bandung Mendadak Hilang, Siapa yang Menghapus?

Baca juga: Heboh Mural Jokowi 404 : Not Found di Tangerang, Polisi Buru Sang Pembuat Mural: Ini Lambang Negara

Ia pun menyebutkan sejumlah etika dalam berkarya. Ia mengatakan bahwa orang yang berkarya dan berjiwa besar selalu membicarakan gagasan, tetapi orang berjiwa kerdil membicarakan atau menggosipkan orang.

"Seperti saat lalu lintas kita dibatasi di lampu setopan, kebebasan ekspresi pun dibatasi, oleh nilai kesepakatan budaya dan kearifan lokal. Itulah kenapa isu mural kritik kelihatannya masih berada di ruang abu-abu," katanya.

Jika belum ada kesepahaman, tuturnya, maka tafsir boleh atau tidak bolehnya mural kritik akan selalu menyertai perjalanan dialektika. Akan sulit membedakan mana kritik atau hinaan, dalam dinamika demokrasi bangsa ini.

"Dalam perspektif saya, Mural adalah seni ruang publik yang temporer. Ada umurnya. Pelaku mural juga harus paham dan jangan baper, karena karyanya suatu hari akan hilang. Bisa tersapu hujan, dihapus aparat ataupun oleh hilang ditimpa pemural lainnya. Mari berdialog," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan pihaknya terbuka akan ekspresi seni yang menggambarkan suatu pesan, termasuk seni mural yang sudah tidak asing lagi ditemui di kota-kota besar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved