Kabar Selebritis

Kak Seto Bikin Warganet Berdecak Kagum dan Viral, Masih Bisa Joget dan Push-Up di Pesta Ultah Ke-70

Aksi Kak Seto di usianya yang tak lagi muda, ternyata masih tetap energik. Ia masih bisa joget dangan lincah dan mampu melakukan push up.

Editor: dedy herdiana
Kompas.com/Sri Lestari
Kak Seto Mulyadi goyang TikTok di usia 70 tahun dan push up mengalahkan anaknya. 

TRIBUNCIREBON.COM - Aksi Kak Seto di usianya yang tak lagi muda, ternyata masih tetap energik. Ia masih bisa joget dangan lincah dan mampu melakukan push up.

Aksi terbarunya di media sosial pun, Kak Seto berhasil membuat warganet berdecak kagum karena penampilannya yang lincah berjoget dalam pesta ulang tahun ke-70.

Ia juga menang adu push-up melawan salah satu anaknya dalam video perayaan hari kelahirannya yang diunggah ke media sosial TikTok dan Instagram itu.

Ia merayakan pertambahan usianya dengan pesta ulang tahun sederhana bersama istri, anak, menantu, dan cucu-cucunya.

Baca juga: Profil Kak Seto Mulyadi, Viral Saat Rayakan Ulang Tahun ke-70 dengan Goyang TikTok dan Push Up

Baca juga: Beri Penghargaan Polres Ramah Anak, Kak Seto Minta Polres Lain Tiru Inovasi Polres Majalengka

Meski hanya digelar di rumahnya, suasana pesta yang ceria dan penuh kegembiraan jelas tergambar.

Acaranya diramaikan dengan balon ulang tahun, kue, dan dekorasi ulang tahun warna-warni. 

Tak terlihat tanda-tanda kerentaan meski psikolog anak kenamaan ini sudah tergolong lansia.

Bahkan, ia tergolong amat bugar, lentur sekaligus aktif, tak kalah dibandingkan anak muda.

Video tersebut langsung viral dan membuat pria bernama lengkap Seto Mulyadi ini menjadi trending topic di Twitter.

Dilansir dari Kompas.com, nama Kak Seto dicuitkan hingga 10.300 kali oleh pengguna Twitter.

Sebagian besar mengaku kagum dan iri dengan kebugaran tubuh praktisi pendidikan anak tersebut.

Kak Seto Mulyadi goyang TikTok di usia 70 tahun dan push up mengalahkan anaknya.
Kak Seto Mulyadi goyang TikTok di usia 70 tahun dan push up mengalahkan anaknya. (Kompas.com/Sri Lestari)

"Kak Seto ngerayain ultah ke-70 pake video joget dan push up. Aku: (ga enak badan salah posisi tidur)" demikian cuitan akun centang biru @eldidito.

"KAK SETO IS AGING LIKE A FINE WINE.... I WANT THAT" ujar akun lainnya.

Beberapa netizen lainnya bahkan langsung menjadikan kebugaran dan kelincahan Kak Seto sebagai impian yang ingin dicapai kala tua nanti.

"New goal: lincah like Kak Seto when I'm 70!" tulis akun @ini_ibo.

Sejumlah warganet lainnya kemudian membagikan video lain yang juga menunjukkan kekuatan fisik Kak Seto.

Dalam cuplikan tersebut, aktivis ini bahkan masih kuat mempraktikkan gerakan parkur dan meroda.

Tanpa ragu, ia terlihat melompat ke lantai dua rumahnya dalam satu satu aktivitas workout rutin yang dijalaninya.

Sepertinya, Kak Seto harus mulai membagikan tipsnya agar tetap bugar dan awet muda untuk kita semua.

Profil Kak Seto

Siapa tak kenal dengan Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si yang akrab disapa Kak Seto. Kak Seto lahir di Klaten, 28 Agustus 1951. Artinya ia sudah berumur 70 tahun tapi sampai sekarang dipanggil Kakak.

Tiga hari lalu Kak Seto berulang tahun ke-70. Ia merayakan ulang tahun itu bersama keluarga dengan mengunggah sebuah video di TikTok. 

Walau sudah 7 dasawarsa, Kak Seto masih fit. Ia bergoyang di TikTok seperti anak muda. Bahkan ia pun push up beradu kuat dengan anak atau cucunya. Ternyata Kak Seto yang menang.

Nama Kak Seto pun trending di Twitter seiring trending video itu di TikTok. Semua menyatakan kagum dengan kondisi fisik Kak Seto.

 "Buset kak seto 70 taun masih bugar gitu rahasianya apaan yak," tulis akun Azz @azhiaapp di Twitter.

Baca juga: Kak Seto Bantah Komentari Krisdayanti dan Raul Lemos di YouTube, Beri Imbauan Begini

"Dr kecil liat kak seto udah segitu rambutnya.. Sampe skrg msh gitu2 aja.. Kyk liat si unyil yg dr sy TK sampe sy anak 3 msh SD aja trs.. ga pernah naik kelas.. Indahnya masa kecil kita dl," tulis Retna @retnalove.

Berikut ini profil singkat Kak Seto Mulyadi.

Kak Seto adalah seorang psikolog anak dan pembawa acara televisi untuk anak-anak bersama dengan Henny Purwonegoro. Ia juga menjabat ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia.

Seto Mulyadi memiliki seorang saudara kembar laki-laki bernama Kresno Mulyadi yang adalah seorang psikiater anak di Surabaya, dan satu-satunya seorang kakak bernama Maruf Budiharjo Mulyadi.

Dilansir dari wikipedia, Seto Mulyadi, atau yang akrab disapa Kak Seto lahir di Klaten pada 28 Agustus 1951. Sejak kecil, ia dikenal sebagai sosok yang bandel dan tidak bisa diam. Ia juga pernah beberapa kali jatuh hingga sempat mengalami fobia, namun ia selalu melatih diri agar fobia tersebut hilang dengan melakukan aktivitas ekstrim seperti parkour.

Kak Seto hijrah ke Jakarta lantaran kecewa tidak diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga maupun Universitas Indonesia.

Dari kekecewaannya itu, ia memutuskan untuk pindah ke Jakarta meski tanpa bekal dan keahlian apapun. Di sana, ia memulai hidup dengan kerja serabutan sembari menunggu tes Fakultas Kedokteran tahun berikutnya.

Tidak berjodoh dengan Fakultas Kedokteran, Kak Seto lantas memutar tujuan dan masuk Fakultas Psikologi atas saran Pak Kasur yang ia kenal sejak ia menjadi asisten pemilik Taman Kanak-kanak.

Kak Seto menyelesaikan pendidikan Sarjana di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 1981, Pendidikan Magister Bidang Psikologi Program Pascasarjana Universitas Indonesia pada 1989, dan meraih gelar Doktor bidang Psikologi Program Pascasarjana Universitas Indonesia pada 1993.

Menjadi asisten Pak Kasur adalah pekerjaan ayah empat anak kala itu yang kemudian dilanjutkan dengan mengisi acara Aneka Ria Taman Kanak-kanak bersama Henny Purwonegoro.

Di sana, Kak Seto mendongeng, mengisi acara belajar sambil bernyanyi, dan bermain sulap bersama anak-anak. Ilmu yang didapat dari Pak Kasur ia gabungkan dengan ilmu yang ia miliki, yakni teknik sulap yang telah ia pelajari sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Sedangkan ilmu mendongeng didapat melalui belajar dan berdasarkan pengalamannya.

Menjadi bagian dari anak-anak memang dituntut untuk selalu kreatif, menyeimbangi pikiran-pikiran kreatif dan penuh imajinasi. Saat itulah karakter Si Komo diciptakan oleh Kak Seto.Berupa boneka Si Komo dan lagu yang diciptakan, karakter Si Komo menguat dan banyak dikenal. Acaranya banyak ditunggu dan membuat namanya kian tenar, kondisi perekonomiannya pun membaik.

Kesuksesan inilah yang kemudian mengantarkan Kak Seto memborong beberapa penghargaan seperti The Outstanding Young Person of the World, Amsterdam; kategori Contribution to World Peace, dari Jaycess International pada 1987.

Ia juga mendirikan Yayasan Mutiara Indonesia dan Yayasan Nakula Sadewa. Pada 1998, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak. Kecintaannya pada anak-anak jugalah yang mengantarkannya membagi kisah lewat buku yang ia tulis, Anakku, Sahabat, dan Guruku.

Pada tahun 2007, Kak Seto mendirikan sekolah alternatif bernama Homeschooling Kak Seto. HSKS begitu singkatannya, merupakan lembaga pendidikan alternatif yang menjadi salah satu solusi pendidikan bagi anak-anak Indonesia baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri.

Sesuai dengan visinya, yaitu menyediakan program pendidikan bagi anak agar memiliki keterampilan, life skill, dan karakter yang kukuh sebagai calon pemimpin bangsa pada masa depan.

Homeschooling Kak Seto terus berusaha meningkatkan standar kualitas pembelajaran sehingga proses belajar menjadi menyenangkan, memberikan materi pembelajaran yang terkini, serta menyediakan tutor - tutor dengan pengetahuan dan pengalaman profesional.

Homeschooling adalah sebuah sistem pendidikan atau pembelajaran yang diselenggarakan di rumah. Namun, Homeschooling Kak Seto adalah sekolah alternatif yang menempatkan anak - anak sebagai subjek dengan pendekatan secara “at home” atau di rumah.

Dengan pendekatan “at home” inilah anak-anak merasa nyaman belajar karena mereka dapat belajar apapun sesuai dengan keinginannya. Kapan saja, dengananiapa saja.di mana saja seperti Ia tengah berada di rumahnya. Jadi, meski disebut homeschooling, tidak berarti anak akan terus menerus belajar di rumah, tetapi anak-anak dapat belajar dengan kondisinya yang benar-benar nyaman dan menyenangkan seperti “at home”. Maka dalam sistem Homeschooling, jam pelajaran bersifat fleksibel: mulai dari bangun tidur sampai berangkat tidur kembali.

Beberapa alumni maupun siswa Homeschooling Kak Seto diantaranya: Dhea Seto, Ayushita, Hanggini P.Retto, Nikita WIlly, Prilly Latuconsina, Citra Scholastika dan Ray Prasetya.

Kak Seto memiliki seorang istri bernama Deviana. Mereka dikaruniai empat orang anak yakni Eka Putri, Bimo, Shelomita, dan Nindya Putri. Ia memiliki saudara kembar bernama Kresno Mulyadi (Kak Kresno) yang juga seorang psikiater anak dan juga memiliki kakak Maruf Mulyadi.

Penghargaan dan pengakuan 
Men’s Obsession Award (2006)
The Golden Balloon Award, New York; kategori Social Activity dari World Children’s Day Foundation & UNICEF (1989)
Orang Muda Berkarya Indonesia, kategori Pengabdian pada Dunia Anak-anak dari Presiden Republik Indonesia (1987)
The Outstanding Young Person of the World, Amsterdam; kategori Contribution to World Peace, dari Jaycess International (1987)
Peace Messenger Award, New York, dari Sekretaris Jenderal PBB Javier Perez de Cuellar (1987).

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Simak Lincahnya Kak Seto Joget dan Push-Up di Pesta Ultah Ke-70", Klik untuk baca: https://lifestyle.kompas.com/read/2021/08/31/145354920/simak-lincahnya-kak-seto-joget-dan-push-up-di-pesta-ultah-ke-70?page=all.


Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved