Breaking News:

Gara-gara Main Game Online? Remaja 18 Tahun Meninggal Dunia di Kamar dengan HP di Sampingnya

Seorang remaja usia 18 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya.Saat ditemukan, di samping tubuhnya tergeletak sebuah HP

Editor: dedy herdiana
Tribunnews
Ilustrasi - Gara-gara Main Game Online? Remaja 18 Tahun Meninggal Dunia di Kamar dengan HP di Sampingnya 

Karena khawatir, perempuan itu langsung meminta tolong tetangganya untuk membukakan pintu kamar. Saat pintu kamar sudah terbuka, dia melihat anaknya sudah meninggal bertelanjang dada, sementara ponsel untuk ber main game tergeletak di sampingnya.

Polisi yang menyelidiki peristiwa ini menduga remaja tersebut meninggal karena gagal jantung lantaran kurang tidur.

"Selain itu, dia harus bangun pagi untuk pergi ke sekolah tiap hari. Tubuhnya tidak cukup istirahat, menyebabkan kematian mendadak ini," kata polisi.

Baca juga: Yosef Down karena Merasa Dipojokkan, Banyak Orang Menuduh Dia Pelaku yang Menghabisi Tuti dan Amalia

Kejadian Serupa Terjadi di Indonesia

Bocah 12 tahun di Banyumas meninggal dunia diduga akibat kecanduan gadget dan ber main game online.

"Saya sempat menjenguk di rumahnya. Kalau keterangan dari ibunya, siang malam putrinya itu memang tidak lepas dari handphone. Gitu saja keterangannya," ujar S, Kepala Desa tempat anak itu berasal yang tidak ingin disebutkan nama desanya, kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (26/5/2021).

Ia membenarkan jika memang ada anak di desanya yang meninggal setelah sebelumnya dirawat di RSUD Banyumas.

Ilustrasi game online Pubg.
Ilustrasi game online Pubg. ((KOMPAS.com/ RAJA UMAR))

Berdasarkan keterangan keluarganya, anak itu sempat dirawat 3 hari di RSUD Banyumas.

Kronologi bermula pada beberapa hari sebelum lebaran anak itu merasakan tidak enak badan.

Selanjutnya oleh keluarganya dibawa ke rumah sakit.

Pihak rumah sakit menyampaikan jika anak itu terkena gangguan syaraf.

"Apakah itu karena terlalu sering ber main game online apa bukan, tidak tahu persis," imbuhnya.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Banyumas, dr Rudi Kristiyanto, membenarkan pihaknya sempat merawat anak tersebut.

Anak itu sempat menjalani perawatan pada 16-17 Mei 2021.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved