Breaking News:

Antisipasi Lonjakan Wisatawan di Majalengka, Pemkab Terjunkan Tim Pengurai 

Cegah kerumunan di tempat-tempat wisata pada momen libur akhir pekan ini, Pemerintah Kabupaten Majalengka telah menyiapkan tim pengurai kerumunan.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Suasana Objek Wisata Panyaweuyan Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Untuk menghindari terjadinya kerumunan di tempat-tempat wisata pada momen libur akhir pekan ini, Pemerintah Kabupaten Majalengka telah menyiapkan tim pengurai kerumunan.

Pasalnya pada momen liburan akhir pekan ini, diprediksi tempat wisata di Kabupaten Majalengka bakal dipadati wisatawan.

Yang mana, setelah hampir satu bulan lebih objek wisata di Kota Angin ini ditutup.

Baca juga: 5 Objek Wisata Paling Ngehits di Majalengka, Pas untuk Liburan Akhir Pekan Bersama Keluarga

Suasana Objek Wisata Panyaweuyan Majalengka
Suasana Objek Wisata Panyaweuyan Majalengka (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana mengatakan, Pemkab Majalengka telah menurunkan anggota Satpol PP untuk memantau kerumunan dan penerapan protokol kesehatan di tempat wisata.

"Satpol PP kita turunkan ke lapangan untuk monitoring. Jangan sampai wisata setelah dibuka justru tidak terkendali. Kita upayakan agar tidak terjadi kerumunan di tempat wisata," ujar Tarsono usai meninjau vaksinasi di SMKN 1 Palasah, Sabtu (28/8/2021).

Dibukanya tempat wisata sendiri dilakukan setelah status PPKM di Majalengka turun dari level 3 menjadi level 2.

Meski dibuka, namun kapasitas tempat wisata dibatasi maksimal hanya 25 persen.

Tarsono juga mengungkapkan, pengelola wisata di Majalengka telah diwanti-wanti untuk bisa menjaga protokol kesehatan. 

Jika ada yang melanggar menurutnya, petugas tidak segan memberikan sanksi meski akan mengedepankan imbauan terlebih dahulu.

 "Kita juga komunikasi dengan pengelola wisata untuk menjaga prokes karena kita ingin menyeimbangkan masalah kesehatan dan ekonomi. Jika ada yang melanggar kita lihat dulu pelanggarannya seperti apa, kalau masih bisa bentuk imbauan kita imbau dulu," ucapnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved