Breaking News:

Virus Corona Mewabah

Pandemi Covid-19 Belum Selesai, Virus Marburg Mulai Menghantui Dunia, Gejalanya Ada Demam dan Diare

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan soal bahaya adanya virus Marburg.

Istimewa
Gambar mikroskop elektron transmisi menunjukkan virus corona SARS-CoV-2, juga dikenal sebagai 2019-nCoV, virus coronavirus yang menyebabkan COVID-19 

Setelah seseorang terinfeksi, virus ini dapat menyebar melalui penularan dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan darah, sekresi, organ atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi, dan dengan permukaan dan bahan.

Apa gejala virus Marburg ?

Gejala orang yang terinfeksi virus Marburg antara lain:

  • Dimulai dari demam tinggi, sakit kepala parah, rasa lelah dan tidak nyaman yang parah
  • Perut kram
  • Mual dan muntah
  • Diare kronis.

Ini bisa bertahan seminggu. Di fase ini, mata juga akan terlihat cekung, wajah tanpa ekspresi, dan pasien mengalami kelesuan yang parah Ruam tanpa gatal.

Ini bisa timbul di hari kedua dan ketujuh setelah timbulnya gejala Selain itu banyak pasien mengalami gejala berat setelah tujuh hari infeksi.

Pendarahan bisa terjadi di hidung, gusi, dan area vagina.

Selama fase penyakit yang parah, pasien mengalami demam tinggi.

Virus tersebut juga memengaruhi sistem saraf pusat yang mengakibatkan kebingungan, lekas marah dan agresi.

Pada fase akhir, yaitu hari ke 15 setelah terinfeksi, pasien juga bisa mengalami orchitis atau radang testis.

Dalam kasus yang fatal, kematian biasanya terjadi antara hari kedelapan dan sembilan hari setelah onset atau awal terjadinya penyakit, biasanya didahului dengan kehilangan darah yang parah dan syok.

Cara mengatasi

Sejauh ini belum ada pengobatan yang terbukti tersedia untuk infeksi virus Marburg.

Namun, berbagai perawatan potensial termasuk produk darah, terapi kekebalan dan terapi obat saat ini sedang dievaluasi.

Namun untuk deteksi infeksi virus Marburg bisa dilakukan dengan serangkaian tes seperti berikut:

  • antibodi terkait enzim immunosorbent assay (ELISA);
  • tes deteksi antigen;
  • tes netralisasi serum;
  • uji reaksi berantai polimerase transkriptase balik (RT-PCR);
  • isolasi virus dengan kultur sel.

(Sumber:Kompas.com/Ariska Puspita Anggraini, Nur Fitriatus Shalihah | Editor: Ariska Puspita Anggraini Inggried, Dwi Wedhaswary)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspada Virus Marburg, Ini Bahaya dan Gejalanya"

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved