Abah Sarji Meninggal Dunia
INNALILLAHI, Abah Sarji yang Sempat Mengaku Melihat Pocong, Meninggal Dunia, Ini Dugaan Penyebabnya
Innalillahi wainna ilaihi rojiun, Abah Sarji yang dikenal sebagai orang tertua di Kabupaten Kuningan dan kerap melihat arwah gentayangan, tutup usia
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Innalillahi wainna ilaihi rojiun, Abah Sarji yang dikenal sebagai orang tertua di Kabupaten Kuningan dan kerap melihat arwah gentayangan, kini telah usia.
Abah Sarji meninggal dunia, meninggalkan semua orang yang mencintai dan yang telah membantnya untuk selama-lamanya.
Sosok yang sekaligus bobotoh Persib Bandung tertua di Jawa Barat itu meninggal dunia pada usia 102 tahun.
Bulan Juni lalu, Abah Sarji dikabarkan sempat melihat pocong dan sempat mengobrol.
Baca juga: Masih Ingat Abah Sarji? Pria Tertua di Kuningan Itu Ngaku Lihat Pocong Baru-baru Ini Sempat Ngobrol
Kini dikabarkan soal penyebab, Abah Sarji meninggal dunia karena tidak nafsu makan selama lebih sepekan terakhir.
"Abah, meninggal tadi jam 10 an, sebelumnya Abah memang tidak masuk nasi dan makanan lainnya. Selama lebih satu Minggu, Abah hanya mau minum saja," kata Ridwan yang juga cucu dari Abah Sarji saat ditemui di lokasi rumah duka, di Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi, Kuningan Jawa Barat, (4/8/2021).
Irwan menyebut sebelum mengemhembus nafas terakhir, Abah Sarji sempat berkomunikasi dan makan agar - agar dulu. Namun selang beberapa waktu berikutnya, detak jantung dan kondisi badan Abah Sarji terdiam secara menyeluruh.
"Iya, tadi sebelum meninggal. Abah makan agar - agar, saat itu ada Bapak saya dan saudara lainnya di dalam Saung. Tidak lama dari waktu saat bersamaan tadi, Abah sudah tidak bernafas lagi, Innalilahi Wa Inna Ilaihi Raji'un," ujar Irwan lagi.
Irwan menceritakan, kondisi terpuruk Abah Sarji hingga menutup usia. Itu diketahui sejak beberapa bulan terakhir, setelah Abah Sarji jatuh saat hendak duduk di Pos Ronda yang tak jauh dari tempat tinggalnya.
"Ada lebih satu bulan, Abah jatuh saat mau duduk di Pos Ronda. Nah, dari sana Abah sudah tidak nafsu makan seperti biasa. Hanya dua sendok bubur ayam dan banyak minum air putih saja.
Untuk jatuh, sebenarnya itu sudah biasa pada waktu dulu - dulu juga, namun kemarin jatuh malah sampai kesakitan dan meninggal," kata Irwan seraya bermohon maaf untuk kematian Abah Sarji saat menjalani kehidupan sebelumnya.
Dari musibah jatuh tersebut, Irwan mengaku mendapat giliran untuk menemani Abah Sarji, terutama pada malam hari. Pasalnya, Abah Sarji diketahui sudah tidak tidur malam seperti pada umumnya.
"Ya semenjak Abah memilih tinggal di Saung dekat pemakaman, Abah tidak tidur malam seperti dulu. Jadi, pas Abah mengalami kesakitan dari jatuh itu, saya dan Bapak kena giliran jaga malam untuk menemani Abah," ujarnya.
Baca juga: Abah Sarji Disebut-Sebut Sulit Mati karena Memiliki Ilmu Batara Karang Kini Wafat di Usia 102 Tahun
Pantauan di lokasi rumah duka, sejumlah warga terus berdatangan untuk melakukan takjiah. Terlebih diketahui semasa hidupnya Abah Sarji merupakan sosok warga yang baik antar sesama dan di lingkungan masyarakat sekitar.