Sabtu, 25 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Jokowi End Game

Ahmad Sofian Karyawan Cepat Saji Diduga Provokator Rencana Aksi Jokowi End Game, Kini Diburu Polisi

Ayah tiga anak itu tengah diburu polisi lantaran diduga menjadi provokator aksi unjuk rasa 'Jokowi End Game', Sabtu (24/7/2021) kemarin.

Editor: Machmud Mubarok
Tribun Jakarta
Poster Seruan Aksi Jokowi End Game. Berikut sosok Ahmad Sofian, seorang karyawan restoran cepat saji yang diduga jadi provokator aksi Jokowi End Game. 

Yudi melanjutkan, warga sekitar tidak ada yang tahu kegiatan Ahmad Sofian sehari-hari.

Hal itu lantaran sosoknya berangkat kerja pagi hari dan pulang kerja sore atau malam.

"Gitu aja kok enggak ada yang aneh dan hal buruk juga enggak ada," terang Yudi.

Baca juga: Bom Molotov Meledak, Kelompok Berbaju Hitam-hitam Diamankan Polisi Saat Demo Penolakan PPKM Darurat

Yudi pun tidak tahu kalau Sofian ikut dalam kegiatan partai politik di luar lingkungannya.

Karena selama ini, Sofian hanya dianggap warga biasa dan tidak ikut-ikutan dalam berpolitik.

"Warga sini sempat nanya, ini benar enggak Pak RT, ini bener enggak, mereka lihat di medsos," ujarnya.

Lebih lanjut, Yudi awalnya sempat mengira warganya sedang difitnah.

Sebab, polisi hanya menanyakan kepada warga sekitar terkait keberadaan Sofian.

"Polisi sih enggak sampai ke rumahnya, cuma nanya ke warga sini, si Sofian ada apa enggak," ucapnya.

Menurut Yudi, Sofian memang sosok yang kurang bersosialisasi, tapi bersikap baik kepada warga sekitar.

Oleh sebab itu, awalnya ia mengira Sofian sedang di fitnah oleh orang lain.

Namun, setelah aparat kepolisian datang ke lingkungannya, barulah ia percaya.

Warga sekitar menjawab, sejak Jumat (23/7/2021) malam, Ahmad Sofian sudah tidak terlihat.

Polisi tidak berani datang ke rumah karyawan di sebuah restoran siap saji di Jakarta Barat tersebut, karena mertua Sofian sedang sakit.

Baca juga: Kelompok Berbaju Hitam-hitam Bawa Bom Molotov Saat Demo Tolak PPKM di Balai Kota, Ini Kata Polisi

Ditakutkan, jika polisi datang ke rumah Sofian, dapat memperparah kondisi kesehatan mertuanya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved