Breaking News:

Seorang Perusuh Demo di Bandung Ditetapkan Tersangka, Terindikasi Kelompok Anarko, Ini Kata Polisi

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, mengatakan, H terbukti sengaja membawa bom molotov tersebut untuk digunakan saat aksi demo di Balai Kota.

Editor: Mumu Mujahidin
TribunJabar.id/Nandri Prilatama
Massa aksi melakukan unjuk rasa di depan Kantor Balai Kota Bandung menolak perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang telah ditetapkan sampai 25 Juli 2021, Rabu (21/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Polisi menetapkan H sebagai tersangka, remaja di bawah umur itu kedapatan membawa empat botol bom molotov saat ikut dalam aksi unjuk rasa menolak PPKM Darurat di Balai Kota Bandung, kemarin.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Adanan Manopang mengatakan, H terbukti sengaja membawa bom molotov tersebut untuk digunakan saat aksi demo di Balai Kota.

"Sudah kita tetapkan tersangka, yang bersangkutan kita kenakan pasal 187,  jo pasal 53, yaitu memiliki barang atau benda yang mengandung bahan peledak, yang membahayakn bagi nyawa dan harta benda, ancaman hukumannya itu delapan tahun," ujar Adanan, di Mapolrestabes Bandung, Kamis (22/7/2021).

Massa aksi melakukan unjuk rasa di depan Kantor Balai Kota Bandung menolak perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang telah ditetapkan sampai 25 Juli 2021, Rabu (21/7/2021).
Massa aksi melakukan unjuk rasa di depan Kantor Balai Kota Bandung menolak perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang telah ditetapkan sampai 25 Juli 2021, Rabu (21/7/2021). (TribunJabar.id/Nandri Prilatama)

Dari hasil pemeriksaan, H disuruh seseorang untuk membawa bom molotov. Saat ini, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengamankan orang yang meminta H membawa bom molotov tersebut.

"Akan kita kembangkan ke yang memerintahkan itu, identitasnya sudah kita dapat," katanya.

Sementara itu, sekitar 170 orang yang sempat diamankan polisi pasca demo menolak PPKM kemarin, diindikasikan terkait dengan kelompok Anarko.

Dari hasil pemeriksaan, kata dia, ada identitas berupa bendera hingga pakaian yang mengarah pada kelompok tersebut.

"Ada indikasi mereka kelompok-kelompok Anarko karena kita temukan bendera, ada beberapa pakaian yang identitasnya Anarko," ucapnya.

Sekitar 170 orang yang terdiri dari pelajar SMP, SMA dan pengangguran itu sempat diamankan itu kini telah dipulangkan usai dilakukan pendataan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved