Ajakan Turun ke Jalan Besok Protes PPKM Darurat Tersebar, Polda Jabar Siapkan Pengamanan, Ojol Batal

Ada sekitar empat daerah di Jawa Barat yang rencananya bakal melakukan aksi unjuk rasa menolak PPKM darurat secara serentak seperti di Kota Bandung

Editor: Machmud Mubarok
Facebook
Poster seruan aksi menolak PPKM Darurat. 

Muji Supri Yanto, Ketua komunitas ojek online Warriors of spartan (WOS) mengatakan, rencana konvoi tersebut batal setelah pihaknya bersama komunitas ojol lain menggelar audiensi bersama Polrestabes Bandung dan Dinas Perhubungan (Dishub) kemarin.

"Alhamdulillah sudah ada titik temunya, jadi permasalahan dari PPKM itu intinya ojol ingin bebas, jadi khusus buat ojol dibuka (penyekatan) dengan syarat memperlihatkan aplikasi, kalau lagi narik dipersilakan, kalau enggak, tidak bisa lewat, seperti di Jakarta," ujar Muji, saat dihubungi, Selasa (20/7/2021).

Pun demikian dengan Achmad Ilyas Prayogi, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Transportasi Darat Jabar (F-SPTD) yang mengaku sudah mengimbau kepada seluruh anggotanya untuk tidak ikut turun ke jalan melakukan aksi.

"Ini ada dua kubu, kemarin yang di Pendopo itu semua elemen masyarakat, kalau Ojol sendiri saya selaku ketua Umum mengimbau kepada rekan-rekan untuk tidak melakukan aksi demo, konvoi atau apapun," ujar Achmad.

Pihaknya mengaku sudah menggelar audiensi dengan Dishub Jabar dan rencananya pada Rabu 21 Juli 2021, Ia bersama anggotanya bakal kembali menggelar audiensi dengan Gubernur Jawa Barat. 

Ia mengaku akan menyampaikan kepada Gubernur jika selama PPKM darurat ini para pengemudi Ojol terkendala penyekatan jalan. Padahal, kata dia, Ojol merupakan salah satu sektor yang masuk dalam kritikal. 

"Besok kita akan audiensi lagi dengan Gubernur Jawa Barat, kan Ojol itu masuk sektor Kritikal tapi pada pelaksanaannya aturan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, kita kesulitan mengantarkan pesanan, tadinya jarak hanya empat kilometer jadi delapan kilometer karena harus berputar-putar mencari lokasi. Nah, ini yang membuat teman-teman Ojol kurang setuju," katanya, 

Ia menilai, di masa penerapan PPKM darurat ini, peran Ojol sangat penting dalam menyukseskan PPKM. Sebab, kata dia, saat masyarakat di larang ke luar rumah, Ojol yang bertugas melayani. 

"Justru kalau misalnya Pemerintah ingin PPKM ini berhasil, ya bagian-bagiannya harus bertugas dengan baik, kan selama PPKM ini harus ada yang melayani mengantarkan ke sana ke sini, kita yang melayani," ucapnya. 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved