Ajakan Turun ke Jalan Besok Protes PPKM Darurat Tersebar, Polda Jabar Siapkan Pengamanan, Ojol Batal

Ada sekitar empat daerah di Jawa Barat yang rencananya bakal melakukan aksi unjuk rasa menolak PPKM darurat secara serentak seperti di Kota Bandung

Editor: Machmud Mubarok
Facebook
Poster seruan aksi menolak PPKM Darurat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG -  Sejumlah poster ajakan turun ke jalan menolak PPKM darurat tersebar di media sosial Instagram dan Whatsapp grup. Dalam poster tersebut, aksi unjuk rasa itu bakal digelar pada Rabu 21 Juli 2021. 

Ada sekitar empat daerah di Jawa Barat yang rencananya bakal melakukan aksi unjuk rasa menolak PPKM darurat secara serentak seperti di Kota Bandung, Sukabumi, Garut dan Banjar. 

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi Chaniago memastikan, jajaran Polres di masing-masing wilayah sudah menyiapkan pengamanan terkait adanya rencana aksi unjuk rasa menolak PPKM di sejumlah daerah.

"Pada prinsipnya, para Kapolres di wilayah sudah mempersiapkan rencana pengamanan, kemudian mereka juga sedang melakukan penggalangan untuk mengetahui kira-kira apa tujuan dan sebagainya," ujar Erdi, saat dihubungi, Selasa (20/7/2021).

Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Jenis Usaha yang Bisa Buka Hingga Pukul 21.00 Jika Kasus Terus Turun

Baca juga: Presiden Jokowi Umumkan PPKM Darurat Akan Dibuka Secara Bertahap Jika Kasus Menurun Pada 26 Juli

Sejauh ini, kata dia, informasi lokasi yang menjadi titik aksi di sejumlah daerah itu masih berubah-ubah. Basanya, kata dia, unjuk rasa semacam ini lokasinya bakal terfokus di kantor pemerintahan.  

"Biasanya mereka itu melakukan aksinya itu di Pemerintah daerah setempat, tentunya dari setiap Polres akan menentukan titik-titik dan pola pengamanan, mulai dari titik mereka berkumpul dan bergerak di mana, dilakukan kegiatan pengamanan di lapangan baik itu pengamanan terbuka dan tertutup," katanya. 

Personel dari Polda Jabar pun, kata dia, bakal disiapkan untuk mendukung pengamanan jika diperlukan. 

"Sejauh ini belum, karena sudah dipersiapkan oleh Polres masing-masing namun kita dari Polda siap, kita selalu on call kalau dari satuan setempat membutuhkan bantuan," ucapnya. 

"Perkembangan yang dinamis dari demo kalau memang sekiranya ada (demo) kita sudah memiliki rencana kegiatan," tambahnya.

Erdi mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan aksi besok agar menyampaikan aspirasinya dengan aman dan tertib, serta disiplin dalam penerapan protokol kesehatan demi mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

"Kita menyampaikan bahwa kegiatan  itu boleh, tapikan prokes harus tetap dilaksanakan, kita selalu mengimbau di situasi pandemi ini bentuk penularannya tidak sama seperti beberapa waktu lalu, sekarang ini sangat cepat dan teman-teman yang akan demo harus mengetahui itu," katanya. 

Ojol Batal Turun ke Jalan

 Rencana konvoi keliling Bandung menggunakan sepeda motor dan mobil sejumlah pengemudi ojek online di Kota Bandung, Rabu 21 Juli 2021 batal dilakukan. 

Alasannya, tuntutan para pengemudi ojek online yang meminta diperbolehkan melewati penyekatan jalan saat PPKM darurat sudah dikabulkan Pemerintah Kota Bandung dan Polrestabes Bandung.

Muji Supri Yanto, Ketua komunitas ojek online Warriors of spartan (WOS) mengatakan, rencana konvoi tersebut batal setelah pihaknya bersama komunitas ojol lain menggelar audiensi bersama Polrestabes Bandung dan Dinas Perhubungan (Dishub) kemarin.

"Alhamdulillah sudah ada titik temunya, jadi permasalahan dari PPKM itu intinya ojol ingin bebas, jadi khusus buat ojol dibuka (penyekatan) dengan syarat memperlihatkan aplikasi, kalau lagi narik dipersilakan, kalau enggak, tidak bisa lewat, seperti di Jakarta," ujar Muji, saat dihubungi, Selasa (20/7/2021).

Pun demikian dengan Achmad Ilyas Prayogi, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Transportasi Darat Jabar (F-SPTD) yang mengaku sudah mengimbau kepada seluruh anggotanya untuk tidak ikut turun ke jalan melakukan aksi.

"Ini ada dua kubu, kemarin yang di Pendopo itu semua elemen masyarakat, kalau Ojol sendiri saya selaku ketua Umum mengimbau kepada rekan-rekan untuk tidak melakukan aksi demo, konvoi atau apapun," ujar Achmad.

Pihaknya mengaku sudah menggelar audiensi dengan Dishub Jabar dan rencananya pada Rabu 21 Juli 2021, Ia bersama anggotanya bakal kembali menggelar audiensi dengan Gubernur Jawa Barat. 

Ia mengaku akan menyampaikan kepada Gubernur jika selama PPKM darurat ini para pengemudi Ojol terkendala penyekatan jalan. Padahal, kata dia, Ojol merupakan salah satu sektor yang masuk dalam kritikal. 

"Besok kita akan audiensi lagi dengan Gubernur Jawa Barat, kan Ojol itu masuk sektor Kritikal tapi pada pelaksanaannya aturan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, kita kesulitan mengantarkan pesanan, tadinya jarak hanya empat kilometer jadi delapan kilometer karena harus berputar-putar mencari lokasi. Nah, ini yang membuat teman-teman Ojol kurang setuju," katanya, 

Ia menilai, di masa penerapan PPKM darurat ini, peran Ojol sangat penting dalam menyukseskan PPKM. Sebab, kata dia, saat masyarakat di larang ke luar rumah, Ojol yang bertugas melayani. 

"Justru kalau misalnya Pemerintah ingin PPKM ini berhasil, ya bagian-bagiannya harus bertugas dengan baik, kan selama PPKM ini harus ada yang melayani mengantarkan ke sana ke sini, kita yang melayani," ucapnya. 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved