Breaking News:

Seorang Ibu di Tasikmalaya Menangis Saat Tahu Anaknya Memilih Dipenjara Dibanding Bayar Denda PPKM

Ibu mana yang tega anak kandungnya harus memilih kurungan penjara. Apalagi karena masalah ringan, yakni buka kafe yang melebihi batas waktu.

tribun jabar/firman suryaman
Devianti (47), ibu kandung Asep Lutpi Suparman (23). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Ibu mana yang tega anak kandungnya harus memilih kurungan penjara.

Apalagi karena masalah ringan, yakni buka kafe yang melebihi batas waktu.

"Saya langsung syok begitu Asep bilang, lebih memilih dikurung daripada membayar denda," kata Devianti (47), ibu kandung Asep Lutpi Suparman (23), saat ditemui di depan Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Minggu (18/7).

Asep adalah pemilik kafe Look Up di Jalan Riung Asih, Kecamatan Cihideung, yang divonis denda Rp 5 juta subsider kurungan penjara selama tiga hari.

Anak kedua dari empat bersaudara pasangan Agus Suparman (56) dan Devianti ini, ternyata memilih kurungan penjara karena tidak punya uang untuk membayar denda.

Baca juga: Mata Ayah Berkaca-kaca Saat Antar Anaknya Masuk Penjara karena Melanggar PPKM Darurat, Ini Katanya

Asep (23), didampingi ayah kandungnya, Agus Suparman (56), sat menunggu masuk Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Kamis (15/7).
Asep (23), didampingi ayah kandungnya, Agus Suparman (56), sat menunggu masuk Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Kamis (15/7). (Tribun Jabar/firman suryaman)

Asep masuk lapas, Kamis (15/7) dan setelah menjalani masa kurungan selama tiga hari, akhirnya menghirup udara bebas kembali, Minggu (18/7).

Devianti mengungkapkan, saking syoknya mendengar putusan Asep memilih dipenjara, sampai sempat mengomel.

"Saya sampai ngomel dan minta kepada Asep, untuk memilih bayar denda saja. Biar uangnya orang tua yang tanggung," ujar Devianti.

Namun ternyata Asep tak bergeming, dan malah bilang bahwa ia tidak ingin merepotkan dan menjadi beban orang tuanya.

"Saya sebenarnya bangga mendengar kata-kata Asep itu. Tapi bagaimana pun sebagai seorang ibu yang melahirkan, tetap saja tak tega Asep harus dikurung," kata Devianti.

Devianti akhirnya hanya bisa pasrah dan menangis, terlebih ternyata ayah dan adik Asep sudah memberikan dukungan atas keputusan Asep.

Asep pun dengan diantar sang ayah akhirnya memenuhi hukuman kurungan.

Mereka tiba di Lapas Kelas II B Tasikmalaya sekitar pukul 11.00, didampingi pihak Kejaksaan Negeri Tasikmalaya selaku eksekutor.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved