Breaking News:

Nasib Asep Pelanggar PPKM di Kota Tasik yang Pilih Dikurung, Diperlakukan Sama Seperti Tahanan Lain

Setelah diregistrasi sebagai penghuni resmi Lapas Tasikmalaya, rambut Asep yang agak panjang langsung dipurutul atau dipotong pendek.

Editor: dedy herdiana
Tribun Jabar/firman suryaman
Asep (kiri), didampingi ayah kandungnya, Agus Suparman (56), sat menunggu masuk Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Kamis (15/7). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Nasib malang menimpa Asep Lutpi Suparman (23), pemilik kafe Lookup, Kota Tasikmalaya, yang memilih kurungan penjara tiga hari di Lapas Kelas II B Tasikmalaya.

Di dalam Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Asep ternyata diperlakukan sama seperti tahanan lain yang kasusnya bukan tipiring.

Dua hari lalu Asep divonis denda Rp 5 juta subsider tiga hari kurungan. Karena tak punya uang, ia memilih sanksi kurungan.

Baca juga: Pilih Dipenjara Ketimbang Bayar Rp 5 Juta, Pemilik Kafe di Tasik Ini Mulai Jalani Kurungan 3 Hari

Setelah diregistrasi sebagai penghuni resmi Lapas Tasikmalaya, rambut Asep yang agak panjang langsung dipurutul atau dipotong pendek.

Tak sampai di situ, Asep pun diwajibkan mengenakan seragam penghuni lapas.

Perkiraan pihak Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya bahwa Asep akan dikurung di tempat non sel ternyata juga meleset.

Baca juga: Tak Sudi Bayar Denda, Pelanggar PPKM di Tasikmalaya Lebih Ikhlas Dipenjara

Asep ternyata dikurung disatukan dengan narapidana kasus-kasus pidana biasa.

Kepala Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Davy Bartian, mengatakan, semua narapidana baik tipiring maupun pidana biasa diperlakukan sama.

"Iya, kami satukan dengan narapidana yang lain. Karena ruangan sudah pada penuh," kata Davi kepada sejumlah wartawan yang menemuinya di dalam lapas.

Menurut Davi, kegiatan pembinaan lapas terhadap para pelanggar hukum tidak dibedak-bedakan.

"Upaya pembinaannya sama saja, tidak ada perbedaan sebagai bentuk penindakan hukum," ujar Davi.

Ia menyebutkan, pihaknya sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya terkait adanya pelanggar tipiring yang akan dikurung.

"Kami tinggal melaksanakan kurungan itu dan melakukan pembinaan, sama dengan narapidana lain. Ia pun menjalani swab antigen dulu sebagai salah satu syarat jadi Penghuni lapas dan hasilnya negatif," kata Davi. (firman suryaman)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved