Breaking News:

PPKM Darurat

Pilih Dipenjara Ketimbang Bayar Rp 5 Juta, Pemilik Kafe di Tasik Ini Mulai Jalani Kurungan 3 Hari

Asep Lutpi Suparman (23), pemilik kafe yang melanggar aturan PPKM Darurat di Kota Tasikmalaya, rencananya mulai menjalani hukuman tiga hari

Editor: Machmud Mubarok
Tribun Jabar/firman suryaman
Asep (23), didampingi ayah kandungnya, Agus Suparman (56), sat menunggu masuk Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Kamis (15/7). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Asep Lutpi Suparman (23), pemilik kafe yang melanggar aturan PPKM Darurat di Kota Tasikmalaya, rencananya mulai menjalani hukuman tiga hari di Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Kamis (15/7/2021) ini.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Fajaruddin, mengatakan, Acep bersikukuh memilih sanksi kurngan, sehingga mulai Kamis ini akan mulai menjalaninya.

"Sudah kami beri kesempatan mau bayar denda kapan. Tapi dia bersikukuh mau menjalani hukumn kurungan tiga hari," kata Fajaruddin, di sela sidang tipiring pelanggar PPKM darurat di samping Taman Kota, Kamis (15/7).

Seperti diketahui Asep yang terjaring razia PPKM darurat beberapa hari lalu menjalani sidang tipiring, Selasa (13/7), dan divonis denda Rp 5 juta subsider kurungan tiga hari.

Saat tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya datang ke kafe milik Acep di Jalan Riung Asih, Kecamatan Cihideung, ia buka melebihi batas waktu maksimal pukul 20.00.

Baca juga: Tak Sudi Bayar Denda, Pelanggar PPKM di Tasikmalaya Lebih Ikhlas Dipenjara

Baca juga: Warung Kopi yang Viral Milik Wanita Hamil di Purwakarta Ini Didenda Tipiring Rp150.000

Fajaruddin mengatakan, Asep sudah menjalani swab antigen sebagai salah satu syarat menjalani kurungan.

"Hasilnya negatif. Makanya dia hari ini akan mulai menjalani hukuman kurungan sesuai pilihannya," ujar Fajarudin.

Asep Lutpi Suparman (23), pemilik kafe Lookup, Kota Tasikmalaya, akhirnya datang ke Lapas Kelas II B Tasikmalaya untuk menjalani kurungan, Kamis (15/7).
Dua hari lalu Asep divonis sidang tipiring pelanggaran PPKM darurat dengan denda Rp 5 juta subsider kurungan selama tiga hari.
Kafe miliknya di Jalan Riung Asih, Kecamatan Cihideung, terjaring razia PPKM darurat karena buka melebihi batas waktu pukul 20.00.
Asep datang ke Lapas di Jalan Otista, sekitar pukul 11.30, didampingi ayah kandungnya, Agus Suparman (56), serta Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Ahmad Siddiq.
Mengenakan kaus putih celana, sweeter abu dan celana gelap, Asep sempat menunggu di pintu masuk Lapas. 
Ayah kandungnya, Agus Suparman, tampak selalu mendampinginya. Sesekali Agus berbicara kepada Asep.
Tak lama pintu Lapas terbuka dan petugas Lapas mempersilakan Asep masuk didampingi Ahmad. Sementara Agus tak diperbolehkan masuk.
Ahmad mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah memberi waktu selama dua minggu terhadap Asep untuk fikir-fikir.
"Namun ternyata sejak awal dia sudah bulat memilih sanksi kurungan tiga hari. Ya itu sudah pilihannya," ujar Ahmad.

Sebelumnya, tukang bubur di Tasikmalaya juga didenda Rp 5 juta.

Sanksi denda mulai diberlakukan terhadap pelanggar PPKM Darurat di Kota Tasikmalaya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved