Breaking News:

Duit Pungli Rp 2,8 Juta oleh Oknum Petugas Pemakaman di TPU Cikadut Dikembalikan ke Keluarga Jenazah

pengembalian uang pungli itu dilakukan setelah pihaknya memanggil Redi, salah satu petugas TPU Cikadut dan Yunita untuk melakukan klarifikasi

Editor: Mumu Mujahidin
Tribun Jabar/ Mega Nugraha
Ilustrasi: Jasa pikul jenazah Covid di TPU Cikadut Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Uang sebesar Rp 2,8 juta yang diduga hasil pungutan liar oleh oknum petugas di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut sudah dikembalikan kepada Yunita Tambunan, keluarga korban Covid-19. 

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, pengembalian uang pungli itu dilakukan setelah pihaknya memanggil Redi, salah satu petugas TPU Cikadut dan Yunita untuk melakukan klarifikasi di Mapolrestabes Bandung.

"Jadi, pada saat itu dari pihak Redi sendiri melalui keluarganya dari Yunita sudah mengembalikan uang sebanyak Rp 2,8 juta. Uang sudah diterima (keluarga Yunita)," ujar Ulung Sampurna Jaya di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin (12/7/2021).

Redi, kata Ulung, sengaja mengembalikan uang tersebut lantaran ingin kasusnya selesai. Kedua belah pihak pun, kata Ulung, sudah sepakat untuk berdamai.

"Mau aman, tidak mau ramai. Kedua belah pihak ada kesepakatan damai," katanya.

Kasus dugaan pungli terhadap keluarga korban Covid-19 ini kembali terjadi di pemakaman khusus Covid-19, TPU Cikadut, Kota Bandung. 

Perwakilan keluarga korban Covid-19 bernama Yunita Tambunan mengaku sempat diminta bayar Rp 4 juta.

Baca juga: Oknum Pungli Pemakaman Pasien Covid-19 Dipecat dan Diperiksa Polisi, Ridwan Kamil Bilang Begini

"Waktu saya datang ke TPU Cikadut mengurus rencana pemakaman papa saya, saya di datangi oleh R (Koordinator C TPU Cikadut). Dia minta uang Rp 4 juta untuk biaya pemakaman. Dia bilang bahwa liang lahat sudah di siapkan," ujar Yunita, dalam keterangan tertulisnya.

Yunita kemudian melakukan negosiasi dengan R, karena jenazah harus segera dimakamkan malam itu juga. 

"Karena waktu sudah semakin mendesak, saya minta keringanan sama beliau, alasannya saya sampaikan kepada pak R, pak kiranya punya hati sama saya pak karena saya tidak menginginkan papa saya meninggal karena Covid-19 apalagi sekarang ada PPKM Darurat, sehingga pendapatan kami berkurang serta biaya hidup tinggi," katanya. 

Akhirnya, disepakati Yunita memberikan uang kepada R sebesar Rp. 2,8 juta dengan rincian biaya gali Rp. 1,5juta, baiya pikul Rp. 1juta dan salib Rp. 300ribu.

Baca juga: Kronologi Dugaan Pungli Pemakaman Pasien Covid-19 di TPU Cikadut Bandung, Diminta Rp 2,8 Juta

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved