Breaking News:

Sejumlah Masjid di Kuningan Tak Menggelar Salat Jumat, Begini Penjelasan Ketua MUI Kuningan

Sejumlah Masjid di Kabupaten Kuningan tidak menggelar salat Jumat. Karena kondisi adanya lonjakan kasus Covid-19 di daerah.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Ahmad Imam Baehaqi - Tribincirebon.com
ILUSTRASI: Spanduk pemberitahuan mengenai tidak dilaksanakannya salat Jumat di Masjid Agung Sumber, Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (27/3/2020). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai 

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sejumlah Masjid di Kabupaten Kuningan tidak menggelar Salat Jumat. Hal itu menyusul dengan situasi dan kondisi adanya lonjakan kasus Covid-19 di daerah.

"Jadi begini, Solat Jumatan ini ibadah yang banyak menghadirkan warga. Berdasarkan fatwa MUI No 31 dalam tausyiah MUI pusat, menyebutkan apabila di satu wilayah penyeberan Covid19 masif tidak terkendali, lalu konsekuensi hukumnya. Jumatan bisa di ganti Solat Duhur dirumah masing - masing," ungkap Ketua MUI Kuningan KH Dodo Syarif Hidayatullah saat di konfirmasi melalui sambungan selulernya, Jumat (9/7/2021).

Alasan dalam fatwa tersebut, kata Ketua MUI Kuningan mengaku bahwa ini adalah sebagai usaha untuk menyelamatkan jiwa dari ancaman sebaran virus tersebut. Terlebih dalam informasi tiap hari diterima itu adanya saja warga meninggal akibat terpapar Covid-19.

Baca juga: Perbanyak Sedekah di Hari Jumat Supaya Dapat Banyak Pahala, Keutamaannya pun Sangat Luar Biasa

"Ya kondisi sekarang ini sangat menghawatirkan dengan sebaran virus dan setiap hari ada saja korban meninggal akibat paparan Covid19, sehingga dalam syariah itu memiliki tujuan menyelamatkan jiwa itu lebih baik dan ibadah jelas bukan untuk mencelakakan. Allah maha bijak," ungkapnya.

Penggantian Solat Jumat dengan Solat Duhur ini dilaksanakan berdasar pada aturan dalam keadaan darurat. Pasalnya, dalam keterangan tertentu bahwa dalam kondisi darurat barang haram bisa menjadi halal.

"Dalam kondisi darurat yang haram bisa jadi halal. Misalnya, seseorang dalam situasi tidak ada makanan dan jelas sangat darurat, kemudian  tahu ada bangkai saja, itu bisa di makan. Meski bangkai jelas haram namun jika keadaan kritis tak ada makanan lain itu bisa menjadi pengganti," katanya.

Penggantian Solat Jumat dengan Solat Duhur, jelas bahwa ini memiliki latar belakang dan hukum itu muncul sesuai dengan alasan. "Jadi mengingat situasi lingkungan dengan sebaran Covid19 lebih cepat dan banyak korban berjatuhan. Maka sebaiknya kita wajib usaha untuk menghindar paparan virus tersebut, adanya agama itu salah satunya untuk menyelematkan," katanya.

Sementara Kasi Kesra Kelurahan Kuningan, yakni Asep mengatakan dari laporan masuk ada 20 masjid di Kelurahan Kuningan tidak menggelar Salat Jumat. "Seperti di Masjid Syiarul Islam, Masjid di komplek Stadion Kuningan serta sejumlah masjid lainnya," ungkapnya.

Baca juga: Salat Jumat di Indramayu Dilakukan di Rumah, Polisi Minta Patuh Agar Tak Terjadi Pembubaran

Berbeda dengan Kepala Desa / Kecamatan Cilimus, H Mulyadin mengaku bahwa pelaksanaan Solat Jumat memang tidak dilaksanakan di Masjid desa. Namun pelaksanaan Solat Jumat ini dilaksanakan menyebar di lingkungan desa setempat.

"Berdasar rapat desa dan DKM, warga kami melaksanakan Salat Jumat di 14 titik dengan memperketat protokol kesehatan," katanya.

Memgenai jumlah jiwa di desa, kata Mulyadin menyebut ada sebanyak 7162 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) ada sekitar 2500 KK. "Ya untuk jiwa memang banyak, dan mengingat lonjakan Kasus Covid19 banyak. Selama dua Minggu ada 14 orang meninggal akibat Covid19 dan ada 30 warga kami sedang melakukan isolasi mandiri," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved