Breaking News:

PPKM Darurat Indramayu

Pemotor di Indramayu Ini Dimarah-marahi Petugas PPKM Darurat, Berikut Sederet Alasannya 

Pemotor yang sekaligus merupakan pemuda di Kabupaten Indramayu ini dimarah-marahi petugas yang tengah melakukan razia PPKM Darurat

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Petugas saat menegur pemotor yang berkendara sembari merokok di Jalan Yos Sudarso Indramayu, Jumat (9/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pemotor yang sekaligus merupakan pemuda di Kabupaten Indramayu ini dimarah-marahi petugas yang tengah melakukan razia yustisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat ( PPKM Darurat). 

Pasalnya, selain tidak memakai masker, pemotor ini juga mengendarai sepeda motor sembari merokok.

Pemuda pemotor tersebut juga tidak mengenakan helm.

Kejadian tersebut tepatnya terjadi di Jalan Yos Sudarso Indramayu.

Baca juga: Petugas Gabungan Tutup Paksa Toko-toko di Indramayu, Tetap Bandel Saat PPKM Darurat Siap-siap Sanksi

Baca juga: 3 Pabrik di Majalengka Langgar PPKM Darurat, Ketahuan Pekerjakan Karyawan Lebih dari 50 Persen

"Kamu tuh malah merokok, kamu itu lagi berlalu lintas, pelanggaran kamu tuh banyak, semua dilanggar," ujar petugas kepada pemuda tersebut, Jumat (9/7/2021).

Pada kesempatan itu, petugas turut memberikan edukasi dan meminta agar ia tidak mengulangi perbuatannya.

Petugas juga memberikan masker untuk pemuda itu kenakan dan memberikan hukuman ringan karena tidak mematuhi protokol kesehatan.

Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh S Herlambang berharap masyarakat bisa mematuhi ketentuan yang sudah dibuat pemerintah dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.

Terlebih di masa PPKM darurat ini, ia mewanti-wanti akan terus melakukan razia yustisi setiap hari ini demi mendisiplinkan masyarakat.

Upaya ini dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Indramayu.

"PPKM darurat di Indramayu sebenarnya sudah kita mulai sejak tanggal 3 dan sampai hari ini kita terus melaksanakan kegiatan penyekatan dan penindakan yustisi," ujar dia.

Jalanan Sepi

 Ruas jalan protokol di pusat kota Indramayu mendadak sepi aktivitas, Kamis (8/7/2021).
Hal ini seiring dengan serentaknya petugas gabungan turun ke jalanan guna menutup seluruh toko yang tetap nekat membuka usahanya.
Toko-toko itu tidak masuk dalam pengecualian toko yang diizinkan buka selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat
Selain kantor sektor esensial dan critikal, toko sembako, kebutuhan pokok, makanan, serta obat-obatan, semua sektor usaha lainnya wajib tutup.
Kondisi sepinya ruas jalan protokol ini juga karena adanya penyekatan jalan dalam kota yang dilakukan petugas.
"Tujuan kita demi mengurangi mobilitas masyarakat sehingga pandemi Covid-19 ini bisa kita cegah," ujar Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh S Herlambang.
Dandim 0616/Indramayu Letkol Inf Teguh Wibowo menambahkan, penerapan PPKM darurat yang sudah dimulai sejak 3 Juli kemarin ini bisa dikatakan cukup berhasil di Kabupaten Indramayu.
Hal tersebut dibuktikan juga dengan terus menurunnya jumlah pasien yang terkonfirmasi Covid-19 per harinya.
Dari semula ratusan orang terpapar Covid-19, kini rata-rata hanya puluhan orang terkonfirmasi setiap hari.
Masih disampaikan dia, jumlah keterisian Bed Occupancy Ratio (BOR) atau tempat tidur perawatan pasien Covid-19 yang awalnya selalu penuh, kini mulai mengalami kekosongan.
Termasuk pasien yang sembuh, jumlahnya terus mengalami peningkatan yang signifikan.
"Tapi tetap, kita tidak ingin lengah, setiap hari kita akan terus lakukan pengetatan selama PPKM darurat ini demi mencegah penularan Covid-19," ucapnya.
Berdasarkan pantauan Covid-19 yang dilakukan Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu, diketahui sudah mencapai 12.513 orang.
Dengan rincian, 1.888 orang masih menjalani perawatan, 10.163 orang sembuh, dan 462 orang meninggal dunia.
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved