Breaking News:

PPKM Darurat Indramayu

Langgar PPKM Darurat, Pengusaha Indramayu Lebih Pilih Masuk Penjara daripada Bayar Denda Rp 5 Juta

Pengusaha rumah makan di Kabupaten Indramayu ini lebih memilih hukuman kurungan penjara dibanding pidana denda Rp 5 juta

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
TribunCirebon.com
Langgar PPKM Darurat, Pengusaha Indramayu Lebih Pilih Masuk Penjara daripada Bayar Denda Rp 5 Juta 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pengusaha rumah makan di Kabupaten Indramayu ini lebih memilih hukuman kurungan penjara dibanding pidana denda Rp 5 juta.

Pengusaha itu divonis bersalah oleh majelis hakim saat digelarnya sidang tindak pidana ringan (Tipiring) dalam rangka penegakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat ( PPKM Darurat) di Kecamatan Patrol pada Rabu (7/7/2021) kemarin.

Humas Pengadilan Negeri Indramayu, Fatchu0 Rochman mengatakan, pemilik rumah makan itu terbukti tidak menyiapkan thermogun kepada pengunjung yang datang, menyediakan tempat duduk, hingga membiarkan pembeli yang tidak memakai masker.

Baca juga: Langgar Aturan PPKM Darurat, Pabrik Sepatu Nike di Garut Didenda Rp 20 Juta, Sebelumnya Disidak

Pelanggar yang bersangkutan pun akan dikurung selama 5 hari penjara.

"Kejadiannya di Patrol, itu tetap hukumannya denda tapi dinyatakan tidak membayar denda dan ia memilih hukuman kurungan 5 hari," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (8/7/2021).

Fatchu Rochman mengatakan, tidak mengetahui secara pasti alasan pelanggar yang bersangkutan lebih memilih dikurung ketimbang membayar denda sebesar Rp 5 juta.

Hanya saja, ia menyampaikan, hal tersebut menjadi hak dari pelanggar yang bersangkutan.

Penerapan sanksi ini sudah diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat.

Baca juga: Batasi Aktivitas Warga di Malam Hari saat PPKM Darurat, Pemkot Cirebon Padamkan PJU Jalan Protokol

Masing-masing pelanggar dikenakan denda sebesar Rp 5 juta atau hukuman kurungan 5 hari.

Dalam hal ini, pihak Pengadilan Negeri (PN) Indramayu menyerahkan eksekusi hukuman kurungan penjara tersebut kepada Kejaksaan Negeri Indramayu sebagai eksekutor.

"Kami belum ada laporan dari Kejaksaan apakah sudah dieksekusi atau belum, tapi yang pasti Hakim memvonis hukuman kurungan 5 hari," ujar dia.

Baca juga: Pemilik Kafe di Tasik Lebih Memilih Penjara 4 Hari Dibanding Bayar Denda Rp 5 Juta, Ini Alasannya

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved