TERUNGKAP, Soal Tewasnya Pasangan Pengantin Baru, Yang Semula Terdengar Rintihan Dalam Kamar
Kini mulai terungkap soal tewasnya pasangan pengantin baru di kamarnya dengan kondisi ranjang pengantin penuh darah yang menghebohkan warga.
Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Amir Addani M Kes mengatakan, kedua korban dibawa dari Gandapura dan akan di visum oleh dokter forensik.
Kedua mayat dibalut plastik di kamar mayat rumah sakit tersebut, tim dari Polsek Gandapura, Polres Bireuen sudah turun ke rumah korban dan sudah memasang police line di rumah tersebut.
Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat SH SIK dan anggotanya serta Kapolsek Gandapura, Ipda Safrizal Ariga SH bersama anggotanya sudah turun ke rumah korban.
Kapolres Bireuen AKBP Taufik Hidayat SH SIK MSi melalui Kasat Reskrim AKP Fadila Aditya Pratama SIK, mengatakan tim sedang melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
"Kami sedang menyelidiki, memintai keterangan dari sejumlah saksi," ujarnya.
Mulai Terungkap
Kini, Kasat Reskrim Polres Bireun AKP Fadhillah Aditya Pratama menerangkan, terungkapnya kasus pembunuhan ini berawal dari tetangga yang tidak curiga pasangan pengantin baru ini tidak keluar rumah.
Warga sempat memanggil pasangan pengantin baru ini namun tidak merespon.
Warga bersama kepala desa kemudian berinisiatif mendobrak pintu rumah.
Warga terkejut pasangan pengantin baru itu tewas dengan bersimbah darah di ranjang pengantinnya.
“Diduga suaminya menggorok istrinya, lalu, suami sayat leher sendiri,” kata Fadhillah, Jumat (4/6/2021), dikutip dari Kompas.com.
Ia mengatakan, dari penyelidikan sementara, diduga kasus ini bermotif masalah keluarga.
Adapun senjata yang dipakai untuk melukai itu berupa silet yang ditemukan di kamar pengantin tersebut.
"Kami masih mendalami penyebabnya, mengumpulkan keterangan saksi. Salah satu saksi misalnya menyatakan sebelumnya suami istri itu kerap cekcok,” ujar dia.
Olah tempat kejadian perkara sudah dilakukan di lokasi kejadian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/ilustrasi-pembunuhan.jpg)