Rahasia Gubernur Banten Berhasil Sembuh dari Covid-19 Dalam 9 Hari, Rajin Berjemur dan Konsumsi Ini

Gubernur Banten Wahidin Halim kini telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 pada Kamis (1/7/2021).

(KOMPAS.COM/RASYID RIDHO)
Gubernur Banten Wahidin Halim 

TRIBUNCIREBON.COM- Gubernur Banten Wahidin Halim kini telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 pada Kamis (1/7/2021).

Kabar dirinya sembuh dari Covid-19 itu disampaikan langsung oleh Wahidin Halim melalui video yang diunggah melalui akun instagramnya @wh_wahidinhalim.

Wahidin dinyatakan sembuh  dari Covid-19 setelah menjalani isolasi mandiri di rumah dinasnya di Jalan Ahmad Yani, Kota Serang selama sembilan hari.

Baca juga: Rahasia Pasien Covid-19 di India Cepat Sembuh Terungkap, Konsumsi Makanan Ini Tiga Jam Sebelum Tidur

"Alhamdulillah setelah saya melakukan isolasi mandiri, dengan hasil swab kemarin saya dinyatakan negatif," kata Wahidin dikutip dari video yang diunggahnya pada Jumat (2/7/2021).

Wahidin menyampaikan ucapan terimakasih atas doa dari seluruh masyarakat Banten dan tim dokter RSU Banten yang telah melakukan pengawasan selama menjalani isolasi mandiri.

Baca juga: TERUNGKAP Rahasia Susi Pudjiastuti Bantu Karyawan Sembuh dari Covid-19 Dalam 7 Hari, Minum Obat Ini

"Terima kasih kesemuanya yang telah memberikan doa, temasuk dokter yang memberikan obat-obat dan terapinya," ujar Wahidin.

Mantan Wali Kota Tangerang itu juga mendoakan kepada pasien Covid-19 yang masih dirawat dan menjalani isolasi mandiri diberikan kesembuhan.

"Mudah-mudahan yang lainnya juga cepet sembuh. Saudara-saudaraku yang masih di rumah sakit maupun yang isolasi mandiri semoga sembuh dan selalu dilindungi Allah," ucapnya

  Gubernur Banten terpapar Covid-19 dari ajudan

Diketahui, Wahidin Halim terkonfirmasi positif Covid-19 pada Rabu 23 Juni 2021 dengan kategori orang tanpa gejala.

Berdasarkan hasil tracing, Wahidin terpapar dari salah satu ajudannya yang lebih dulu dinyatakan Covid-19.

Selama isolasi mandiri, Wahidin mengkonsumsi vitamin, protein, olahraga dan berjemur setiap pagi hari.

Pengalaman Sembuh Lewat Herbal

Sementara di tempat terpisah, Anggota DPR RI Dedi Mulyadi membeberkan identitas obat herbal yang diklaimnya bisa membantu pengobatan pasien Covid-19.

Ia mengatakan obat herbal ini bukan produk yang tiba-tiba muncul di tengah momentum peningkatan angka kasus Covid-19.

Dedi Mulyadi mengatakan obat yang berlabel HQN1 Probiotix tersebut diramu oleh Gumilar Satriawan, pakar pengobatan herbal yang biasa menangani pasien paru-paru.

Baca juga: Terbukti Pasien Covid-19 Bisa Sembuh, Dedi Mulyadi Desak BPOM Beri Perhatian pada Obat Tradisional

“Saya dengan Pak Gumilar itu biasa menangani pasien paru-paru, kan banyak yang minta bantuan ke saya. Ada pengalaman ibu-ibu jam 10 malam datang ke rumah, suaminya harus dioperasi butuh Rp 15 juta, saya minta tolong Pak Gumilar obatin, sembuh,” katanya dalam siaran digital, Jumat (2/7/2021).

Menurutnya, Gumilar sudah lama mengembangkan obat-obatan herbal. Obat yang dihasilkannya ini untuk menangani gejala Covid-19 berupa obat tetes HQN1. 

“Obat ini sifatnya probiotik yang fungsinya membangun imun, beda dengan antiobotik yang sifatnya perlawanan. Dengan probiotik, pasien pelan-pelan memiliki kekuatan mengatasi gejala,” tutur Dedi.

Prakteknya obat tetes yang sudah berlabel Halal dari MUI ini diteteskan langsung pada hidung guna mengatasi keluhan saluran pernapasan penderita Covid-19

“Di tetes ke hidung itu rasanya perih luar biasa, tapi akhirnya lendir keluar dan bersih, napas jadi lega,” katanya.

Selain ke hidung, obat herbal ini juga bisa diteteskan pada minuman. Menurut Dedi rasa minuman akan terasa kecut namun bekerja mengembalikan indera perasa dan penciuman kembali normal. 

“Rata-rata kalau pasiennya tidak pakai antibiotik, empat hari sudah normal, paling lama seminggu,” katanya.

Dedi berharap keberadaan obat herbal seperti HQN1 ini bisa turut mengurangi laju peningkatan kasus Covid-19. Menurutnya, obat ini bisa digunakan secara komunal agar pasien Covid-19 tidak perlu dirujuk ke rumah sakit. 

“Ini lebih mudah, praktis daripada harus mengangkut pasien ke rumah sakit, biayanya berapa, kita bisa kirim ini langsung ke rumah, agar pasien tetap berada di rumah,” tutur Dedi.

Gumilar Satriawan dalam penjelasan mengenai produknya mengatakan HQN1 Probiotix Herbal Tetes adalah cairan yang tersusun dari Bacteriophages dan kimia organik dari fermentasi khusus yang membentuk bio actives dimana masing-masing senyawa tersebut memiliki keunggulan untuk membantu mengatasi penyakit berat dan ringan secara alami.

Menurutnya, HQN1 Probiotix Herbal Tetes mewarisi cara pembuatan nenek moyang Nusantara yang sekarang masih relevan di era medis modern.  HQN1 akan berada di sel Imunitas tubuh untuk memperkuat jangkauan dan fagositosis terhadap patogen. 

Jika terdapat patogen di dalam organ tersebut maka HQN1 akan mengikat virus/bakteri tersebut, untuk dikeluarkan melalui lendir, urine atau feces. 

“JIka tetap masih ada sisa patogen berupa virus, bakteri dan jamur yang jahat tersebut akan tidak menginfeksi didalam sel tubuh manusia karena sudah inactive,” tuturnya.

Dengan mengkonsumsi HQN1 Probiotix 2-3 kali dalam sehari bisa bisa menghindarkan pengkonsumsinya dari virus bahaya apapun termasuk virus Covid-19. Obat ini sudah banyak dijual di marketplace juga melayani pembelian langsung via order online di situs resminya.

Desak BPOM

Selama pandemi Covid-19, bermunculan banyak obat-obatan tradisional dan suplemen manakan yang digunakan bahkan diproduksi terbatas untuk mendorong kesembuhan pasien Covid-19.

Namun demikian, tidak banyak di antaranya yang sudah mengantongi izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya pun mendesak BPOM untuk memberikan ruang dan prosedur lebih sederhana untuk produksi obat-obatan tradisional untuk kasus Covid-19 tersebut. Apalagi, katanya, jika bahan-bahan yang didapat berasal dari dalam negeri.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Anak 12-18 Tahun Dimulai di Jabar

Ia mengatakan sejauh ini terdapat obat tradisional yang berdasarkan pengalaman penggunanya terbukti mampu mendorong kesembuhan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Obat tersebut juga dirasakan bereaksi dalam waktu cepat dan tanpa efek samping.

Dedi pun menceritakan pengalamannya saat membantu sejumlah rekannya yang terinfeksi Covid-19. Mereka menurutnya juga diminta untuk tidak isolasi di rumah sakit atau tempat rujukan pemerintah karena akan membebani anggaran. 

“Saya juga berkirim obat, buatan teman orang Subang, sampai hari ini sudah lebih dari 10 pasien yang sehat, waktunya cuma tiga hari, asal tidak bercampur dengan antibiotik,” katanya melalui siaran digital, Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Ada yang Terpapar, Kantor Pelayanan BPJS Kesehatan Majalengka Tutup Sementara 3 Hari ke Depan

Meski terbukti membantu kesembuhan dan minus efek samping, Dedi melihat obat-obatan jenis herbal ini akan menghadapi kendala standardisasi dan menutup harapan bisa diakui oleh lembaga resmi pemerintah. 

Kondisi ini dinilai akan membuat upaya penanganan Covid-19 di Indonesia berjalan lambat sementara perang melawan Covid-19 membutuhkan kontribusi dari seluruh lapisan.

“Saya pikir negara hari ini butuh kecerdasan orang untuk berpartisipasi. Saat melawan musuh, peluru habis, berkelahi pakai pisau, tapi kalau pakai katapel apa bisa membunuh, ya tidak masalah kan,” ujarnya.

Baca juga: 11 Daerah di Jabar Jadi Zona Merah, Ridwan Kamil: PPKM Darurat Segera Diberlakukan

Dedi menilai BPOM harus cepat tanggap melakukan analisis dan mengumumkan secara cepat pada masyarakat mengenai sejumlah obat yang diklaim dapat menyembuhkan Covid-19.

“Jadi dengan upaya ini, BPOM juga memberi banyak ruang untuk penyembuhan, dalam situasi ini akan ada juga yang memanfaatkan situasi, artinya BPOM harus tetap selektif,” katanya.

Jika BPOM sigap dan bisa menyederhanakan prosedur pengujian terhadap obat-obatan selain menurunkan angka pasien positif, Dedi menyakini akan terjadi efisiensi.

“Ketika ada obat-obatan yang mampu menyembuhkan empat hari maksimal, itu lebih baik dibanding harus menjadikan hotel sebagai tempat isolasi, isolasi di hotel itu tidak murah,” katanya.

Upaya-upaya di luar kebiasaan ini yang dinilai Dedi akan membantu percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia, menurutnya prosedur standar hanya akan memperlambat dan membuat warga putus asa.

Baca juga: Hasil Tes PCR Anda Positif Covid-19? Jangan Panik dan Segera Lakukan Langkah-langkah Ini 

Baca juga: PPKM Darurat, Apakah Itu? Kini Ramai Dibahas Akan Diterapkan di Indonesia, Begini Kata Jubir Luhut

Berita tentang sembuh dari Covid-19

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved