Momentum HUT Ke-75 Bhayangkara, Ini Sejarah Penamaan Jalan Bhayangkara di Majalengka

Terletak di dekat Pendopo Majalengka, tepatnya di Kelurahan Majalengka Wetan, terdapat jalan yang disebut dengan Jalan Bhayangkara

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Grumala
Papan nama Jalan Bhayangkara di Majalengka. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Tanggal 1 Juli memiliki arti yang besar bagi institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri), sebagai hari Bhayangkara.

Peringatan itu mengacu dari terpisahnya institusi Polri dari Kemendagri pada 1 Juli 1946 silam.

Di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat momen Bhayangkara ini diabadikan dalam bentuk penamaan Jalan.

Baca juga: Kisah Aipda Citro Polisi Berprestasi & Baik Hati, 3 Tahun Bantu Bangun Rumah Warga Miskin di Cianjur

Terletak di dekat Pendopo Majalengka, tepatnya di Kelurahan Majalengka Wetan, terdapat jalan yang disebut dengan Jalan Bhayangkara, dengan panjang sekitar 50 meter.

Penamaan Jalan Bhayangkara itu disinyalir berawal dari dibangunnya Kantor Polisi, yang berada di lahan ruas jalan itu.

Kantor polisi sendiri dibangun saat masa Bupati Majalengka ke-13, Rd Moch Nur Atmadibrata.

Baca juga: Tersedia 2.885 Formasi CPNS Kabupaten Kuningan, Pendaftaran Mulai dari Sekarang, Cek Persyaratannya

“Ada catatan dalam buku ‘Sewindu di Majalengka Maret 1950-Maret 1958 yang merupakan catatan Bupati Majalengka ke-13, Rd Moch Nur Atmadibrata disebutkan bahwa beliau (Bupati) membangun kantor polisi di daerah yang sekarang disebut Jalan Bhayangkara itu. Itu seperti catatan dari ME Tedjasukmana yang saat itu menjabat sebagai Kepala Polisi Negara Republik Darurat Kabupaten Majalengka. kalau sekarang mungkin namanya Kapolres Majalengka,” ujar penggiat sejarah dari Grup Madjalengka Baheula (Grumala), Naro saat dimintai keterangan, Kamis (1/7/2021).

Pembangunan kantor polisi sendiri dilakukan sekitar tahun 1950.

Keberadaan kantor polisi di Jalan Bhayangkara itu, jelas dia, setelah kondisi Tanah Air dinyatakan aman.

Atau ketika penjajahan Belanda berakhir.

"Sebelumnya, saat masa perlawanan terhadap penjajah itu, posnya pindah-pindah, sifatnya sementara. Menyesuaikan dengan lokasi gerilya. Ketika selesai gerilya, ya otomatis pos itu tidak digunakan lagi."

“Dalam beberapa literatur disebutkan Polisi menggunakan rumah warga sebagai Pos. Seperti di Desa Sindang (Kecamatan Sindang), mereka menggunakan rumah Kuwu (Kades) setempat yang saat itu dijabat Mama Atmasantana. Nah setelah Belanda pergi, Bupati dan Kepala Polisi itu bertemu, sampai akhirnya ditentukan lah lokasi untuk pembuatan kantor polisi di daerah kota, yang kemudian disebut Mapolres Majalengka. Dari situ lah, mungkin awal pemberian nama Jalan Bhayangkara itu,” ucapnya.

Namun, setelah bertahan cukup lama, Mapolres itu dipindah pada 2009 lalu.

Saat ini, Mapolres Majalengka terletak di Jalan KH Abdul Halim, Kelurahan Tonjong, Kecamatan/Kabupaten Majalengka.

Di bekas Mapolres sendiri saat ini dibangun taman.

“Sekarang papan nama jalannya juga nggak ada. Nggak tau kemana. Tapi kalau nama jalannya mah, setau saya masih Jalan Bhayangkara, nggak diganti,” jelas dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved