Breaking News:

Virus Corona Mewabah

Pandemi Covid-19 Belum Selesai, Pakar Kesehatan Sudah Mulai Prediksi Ada Pandemi Baru Setelah Corona

Saat ini seluruh masyarakat dunia sudah tak sabar ingin segera terlepas dari pandemi Covid-19 atau virus corona.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

Zoonoses disebabkan karena adanya transmisi patogen seperti virus, parasit, bakteria, atau jamur yang disebabkan karena kontak langsung ataupun kontak tidak langsung antara binatang dan manusia. 

Diperkirakan sekarang ini ada lebih dari 250 virus yang menyebar dari hewan ke manusia dan menyebabkan penyakit pada manusia. 

Berbagai virus sudah menimbulkan kekhawatiran, tapi sejauh ini belum diidentifikasi virus mana yang sama-sama mengancam seperti virus corona atau bahkan lebih mengancam peradaban manusia, menurut sebuah penelitian. 

WHO sendiri sudah memberikan nama untuk penyakit tersebut, yaitu Penyakit X, dan memasukkan ke dalam kategori penting untuk diteliti sejajar dengan Ebola dan SARS. Kita belum mengetahui apa jenisnya dan kemungkinan dampaknya. 

Namun para peneliti mengatakan tanpa adanya pemantauan yang seksama dan juga persiapan, maka bumi ini akan mengalami bencana dengan kehadiran penyakit X. 

Virus selanjutnya berasal dari babi? 

Sebelum Covid-19, sudah ada beberapa penyakit menular pernapasan yang terjadi seperti SARS (SARS-CoV-1) di tahun 2003, sindroma pernapasan Timur Tengah (MERS) di tahun 2013, dan Ebola di tahun 2014. 

Ada pula wabah dalam skala lebih kecil seperti penyakit virus Nipah, yang masuk dalam 10 besar penyakit yang perlu prioritas penanganan menurut WHO. Dr Brookes mengatakan penyakit itu muncul pertama kali di sejumlah babi yang diternak di Malaysia. 

"Ada banyak kelelewar yang hidup di kawasan itu juga. Dan petani di sana menanam pohon buah di sekitar lokasi ternak babi sehingga menarik kedatangan kelelawar ke peternakan babi di sana," katanya. 

Kelelawar tersebut sudah mengidap virus namun tidak menimbulkan penyakit pada mereka. Pertanda pertama adanya penyakit malah muncul di ternak babi. 

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved