Muncul Wacana Pemanfaatan Panas Bumi Gunung Ciremai Kuningan, Berikut Hasil Diskusi Kementerian ESDM
energi baru bersifat bersih lebih banyak di kawasan hutan terutama konservasi, untuk di Jabar sudah cukup banyak Salah Satunya Kuningan
Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Muncul wacana pemanfaatan panas bumi bersumber dari kawasan Gunung Ciremai, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar webinar tentang bagaimana proyeksi panas bumi di Kuningan.
Dalam diskusi terbuka itu menghadirkan, Harun Al Rasyid, Puslitbang Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukanm dan Konservasi Energi, Balitbang, Kementerian ESDM, Prof. Dr. Achmad Sjarmidi Pakar Ekologi ITB, Forum Energi Bersih dan Berkeadilan Doni, dan sejumlah wartawan, Selasa (22/6/2021).
Diskusi online yang di mediasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kuningan, ini melangsungkan pembahasan tentang Energi Geothermal apa manfaat dan dampak kepada masyarakat serta bagaimana dampak terhadap lingkungan.
Harun sekaligus perwakilan Kementrian ESDM mengatakan bahwa panas bumi ini bisa diaplikasikan secara langsung dan tidak langsung.
Hal ini berbasis energi baru bersifat bersih. Potensi ini lebih banyak di kawasan hutan terutama konservasi, untuk di Jabar sudah cukup banyak salah satunya di Kuningan.
"Berbicara di Kuningan, ada potensi yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan energi langsung sebagai pembangkit listrik panas bumi, atau bisa dimanfaatkan secara tidak langsung seperti agrobisnis pariwisata dan perkenalan," ungkap Harun
Ia menuturkan, Kuningan sendiri masih tahap awal, belum ada study yang detail.
Untuk study panas bumi ada 3G (Geologi, Geogifisika dan Geokimia) untuk memetakan nilai awal di suatu kawasan.
"Jadi, panas bumi sendiri kalau untuk menjadi pemanfaatan langsung sendiri sangat diharapkan dan ini melalui kajian lingkungan sekitar sebelumnya," katanya.
Baca juga: Setelah Lebaran, Gunung Ciremai Diserbu Ratusan Pendaki, Ini Syarat dan Cara Daftar Daki CIremai
Sementara itu, Prof Achmad Sjarmidi menyebut dalam klasifikasi panas bumi ada energi terbarukan, karena panas itu ada lapisan magma dan ada sumber air dikulit bumi.
"Kawasan konservasi itu masih berhutan, dan salah satu cara menyerap air itu lewat akar pohon, jadi pohon itu tidak tergantikan apapun dalam menangkap air ke dalam tanah. Panas bumi dimasa depan itu bersih tergantung kondisi ekosistem diatasnya seperti apa?" ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya orang memanfaatkan panas bumi, yang disebut mineral (barang tambang).
Sekarang dengan berbagai alasan terkait prospek baru ini, makanya energi panas bumi ini punya prospek yang baik, oleh sebab itu pemerintah mendorong supaya digunakan untuk mensubtansikannya seperti baru bara dan lainnya dengan memperhatikan zona pemanfaatannya.
“Jadi apa yang dilakukan ESDM adalah mengoptimalkan regulasi sebagai peluang untuk mendukungan panas bumi, sambil tetap menjaga fungsi hutan tidak mengganggu sederhananya boleh panas bumi tetapi tidak mengganggu fungsi hutan,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/gunung-ciremai-1.jpg)