Kondisi Memilukan Dihayati, TKW Indramayu yang Sakit Kanker Sejak di Taiwan, Ungkap Permintaan Ini

Kondisi Dihayati (35), seorang Pekerja Migran Indonesia asal Desa Salamdarma Indramayu semakin mengkhawatirkan.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Paspor Dihayati (35), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Desa Salamdarma, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Minggu (20/6/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kondisi Dihayati (35), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Desa Salamdarma, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu semakin mengkhawatirkan.

Dihayati dikabarkan sakit parah saat bekerja di Taiwan.

Penyakit kanker yang diderita Dihayati kambuh dan menyebar ke bagian tubuh lainnya, mulai dari rahim, perut bawah, anus, hingga ginjal.

Baca juga: Dihayati, TKW Indramayu Sakit Parah Saat Kerja di Taiwan, Kini Dikarantina di Wisma Atlet

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih menceritakan kondisi Dihayati sekarang ini.

PMI yang bersangkutan dikabarkan mengalami sakit pada seluruh badannya. Mulai dari perut dan paha mengalami pembengkakan.

Hasil pemeriksaan Dihayati (35), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Desa Salamdarma, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu.
Hasil pemeriksaan Dihayati (35), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Desa Salamdarma, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu. (Istimewa)

Selain itu, tumor juga keluar menonjol ke bawah kulit bawah pusar, Dihayati mengaku merasa sangat kesakitan dengan kondisi tersebut hingga tidak bisa buang air kecil.

"Ginjal sebelah kanan sudah pasang selang 3 minggu lalu dan anus pendarahan susah BAB," ucapnya.

Di Taiwan sendiri, Dihayati diketahui bekerja sebagai penjaga lansia dan kini ia tengah menjalani karantina di Wisma Atlet.

Menurut permintaan Dihayati, ia memohon agar diizinkan menjalani karantina mandiri di Kabupaten Indramayu agar dekat dengan keluarga.

Hal ini karena walau sudah rutin meminum obat, kondisi kesehatan Dihayati tidak kunjung membaik.

Kepada SBMI, Dihayati mengaku sulit berjalan karena kakinya keram dan badannya membungkuk.

"Dihayati memohon karantina mandiri di daerah, bila ada apa-apa dekat sama keluarga," ucapnya.

Adapun, penyakit tumor ganas itu, awalnya diketahui mulai muncul di rahim Dihayati saat ia menjalani operasi pada sekitar Desember tahun 2020.

Saat itu, kondisi Dihayati sempat membaik dan ia memutuskan bekerja lagi.

Akan tetapi, tidak lama kemudian, sakitnya justru kambuh dan ia meminta untuk pulang ke tanah air karena kondisi badan yang sudah tidak memungkinkan.

Dalam hal ini, SBMI Cabang Indramayu juga meminta kepada pemerintah bisa memfasilitasi Dihayati untuk dilarikan ke RS Polri mengingat kondisinya yang sudah sangat parah.

"Kita SBMI meminta agar dia itu jangan dikarantina, tapi dia harus dilarikan ke RS Polri karena kan dia sakitnya parah," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Dihayati (35), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Desa Salamdarma, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu mengalami sakit parah selama bekerja di Taiwan.

Penyakit kanker yang dideritanya kambuh dan kini menyebar ke sejumlah bagian tubuh, mulai dari rahim, perut bawah, anus, serta ginjal.

Kabar tersebut disampaikan Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih kepada Tribuncirebon.com di Sekretariat SBMI setempat, Minggu (20/6/2021).

Baca juga: BP2MI Siapkan Pengacara untuk Dampingi Kasus Nenah, PMI Asal Majalengka yang Terancam Mati di Dubai

Juwarih mengatakan, Dihayati sekarang ini sudah dibawa pulang ke tanah air dan tengah berada di Wisma Atlet untuk menjalani karantina.

"Saya mendapat kabar dari SBMI Pusat, menginformasikan bahwa ada warga Indramayu dalam kondisi sakit parah di Wisma Atlet," ujar dia.

Juwarih menceritakan, kondisi sakitnya Dihayati sebenarnya sudah ia rasakan sekitar sebulan sebelum pulang ke Indonesia.

Di Taiwan, TKW tersebut juga sempat dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Kisah Getir TKW Asal Bandung Barat, Dipenjara di Malaysia Karena Dituduh Memiliki Narkoba 

Dalam hal ini, disampaikan Juwarih, SBMI akan mengawal kasus tersebut agar secepatnya Dihayati bisa segera mendapat perawatan medis.

Ia meminta, pemerintah bisa memfasilitasi Dihayati untuk dilarikan ke RS Polri mengingat kondisinya yang sudah sangat parah.

"Kita SBMI meminta agar dia itu jangan dikarantina, tapi dia harus dilarikan ke RS Polri karena kan dia sakitnya parah," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved