Jumat, 24 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kesehatan

Mengapa Para Atlet Kerap Terkena Serangan Jantung? Ini Penjelasan Ahli

jika seseorang berolahraga melampaui batas, misalnya atlet yang ingin menang atau memperoleh medali, itu akan membuat jantung bekerja melampaui batas

Editor: Mumu Mujahidin
(Shutterstock)
Ilustrasi: Mengapa Para Atlet Kerap Terkena Serangan Jantung? Ini Penjelasan Ahli 

TRIBUNCIREBON.COM - Banyak kasus serangan jantung menimpa atlet saat sedang berolahraga.

Peristiwa serangan jantung merupakan kondisi darurat medis yang bisa menyebabkan kematian.

Kondisi ini sangat umum di Indonesia, dengan lebih dari 2 juta kasus per tahun.

Bukan hanya menyerang populasi lanjut usia, tapi juga orang muda dan atlet.

Banyak diberitakan sebelumnya, atlet meninggal karena serangan jantung saat bertanding.

Lantas, bagaimana serangan jantung bisa menyerang atlet, padahal mereka selalu berolahraga?

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr Michael Triangto, Sp.KO menjelaskan, yang dimaksud olahraga adalah aktivitas fisik yang dilakukan dengan intensitas tinggi sampai badan merasa capai, pegal, berkeringat, lapar, dan tubuhnya sakit. 

Ketika berolahraga, kita akan menggerakkan otot-otot tubuh.

"Otot-otot tadi membutuhkan supply darah untuk membawa oksigen, sehingga olahraga dapat dilakukan dalam waktu panjang seperti yang diinginkan," terang dokter Michael kepada Kompas.com, Selasa (15/6/2021).

"Untuk menjamin supply darah ke otot-otot yang bergerak tadi, tentunya dibutuhkan kerja jantung," imbuh dia.

Itu sebabnya, semakin berat olahraganya maka semakin berat pula kerja jantungnya.

Nah, jika seseorang berolahraga melampaui batas kemampuan, misalnya atlet yang ingin menang atau memperoleh medali, itu akan membuat jantung bekerja melampaui batasan kemampuan.

Baca juga: Sebulan Sebelum Kena Serangan Jantung Ternyata Muncul 6 Pertanda Ini, Waspada Jika Anda Mengalaminya

"Sehingga menghasilkan denyut jantung yang terlalu cepat (aritmia), pada akhirnya tidak memberikan supply darah dan oksigen yang cukup," ungkap dokter Michael.

"Bisa juga, karena aliran darahnya itu akan menimbulkan tekanan darah tinggi," imbuh dia.

Tekanan darah tinggi inilah yang berpotensi memicu stroke.

Ketika kerja jantung yang seharusnya mengalirkan darah ke tubuh terganggu atau terjadi sumbatan di pembuluh darah jantung, akan berisiko mengakibatkan serangan jantung.

 "Yang lain adalah dia mengalirkan darah ke otot-otot yang bekerja. Di samping itu, jantungnya juga bekerja memompa darah," ungkapnya.

"Nah, kalau aliran darah terganggu atau ada sumbatan di pembuluh darah jantung atau yang disebut pembuluh darah koroner, dapat mengakibatkan serangan jantung," jelasnya.

Dengan demikian, Michael berkata, wajar jika dalam suatu pertandingan ada atlet yang mengalami serangan jantung.

Ini karena olahraga yang dilakukan melampaui batas kemampuan yang mengakibatkan kerja jantung juga melebihi batas.

"Karena ada unsur dipaksakan melampaui batasan kemampuan dan kesehatan pada saat itu," ujarnya.

Hal yang perlu digarisbawahi, olahraga tidak menyebabkan serangan jantung.

Baca juga: 9 Tanda-tanda Gejala Awal Serangan Jantung, Kenali Sebelum Membahayakan Nyawa dan Fatal

Namun, olahraga yang terlalu dipaksakan hingga melampaui batas kemampuan, itulah yang menyebabkan serangan jantung.

Bagaimana bisa mengetahui batasan olahraga kita? Hal pertama yang harus dilakukan adalah memeriksakan diri ke dokter spesialis olahraga atau dokter spesialis penyakit dalam.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat menyarankan sampai sejauh apa kita dapat berolahraga sesuai dengan kondisi masing-masing.

Dokter juga akan menanyakan tujuannya apa berolahraga.

"Jika tujuannya untuk kesehatan, kita beri batasan agar badan sehat, jangan sampai melebihi batasan itu," ungkap Michael.

Tentang atlet dan kemampuan olahraga

Dikatakan Michael, seorang atlet memiliki misi untuk memenangkan perlombaan.

Oleh sebab itu, badannya sudah terlatih dari kecil untuk mencapai tujuan tersebut. Namun, latihan yang diberikan untuk atlet pun bertahap.

"Kalau sekarang latihannya berat, itu karena dia sudah melakukan tahapan olahraga dari kecil sampai saat ini," kata Michael.

Tetapi yang terjadi di masyarakat, ketika dokter menyarankan seseorang berolahraga karena penyakit yang dimilikinya, misalnya mengidap darah tinggi, diabetes, atau kolesterol, dia langsung berolahraga keras seperti atlet. Padahal bukan. Tahapan berolahraga itulah yang terpenting.

Untuk itu, Michael mengingatkan bahwa olahraga sebenarnya tidak berbahaya selama disesuaikan dengan kemampuan dan kesehatan kita masing-masing.

Baca juga: Innalillahi Pebulutangkis Indonesia Markis Kido Dikabarkan Meninggal Dunia, Diduga Alami Ini

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved