Jumat, 29 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Info Kesehatan

Cara Mudah Cek Kolesterol Pada Anak Kecil, Lakukan Hal Penting Ini Untuk Turunkan Kolesterol Tinggi

Berikut ini penyebab dan cara mengecek kolesterol tinggi pada anak, beserta cara mengatasinya.

Tayang:
net
Ilustrasi Kolesterol 

TRIBUNCIREBON.COM- Berikut ini penyebab dan cara mengecek kolesterol tinggi pada anak, beserta cara mengatasinya.

Bukan hanya orang dewasa, anak kecil ternyata juga bisa memiliki kolesterol tinggi. Kok bisa?

Hal itu bisa saja terjadi karena berbagai hal.

Kolesterol tinggi pada anak dapat menyebabkan sang anak mengidap penyakit terkait kolesterol, seperti penyakit jantung dan stroke.

Lalu, apa saja yang menyebabkan kolesterol tinggi pada anak?

Dilansir Tribuncirebon.com dari Hellosehat, kolesterol tinggi pada anak bisa terjadi karena tiga faktor berikut ini:

1. Keturunan (dari orangtua kepada anaknya)

Dalam banyak kasus, anak dengan kolesterol tinggi mempunyai kedua orangtua atau salah satu dari orangtua mereka yang juga mempunyai kadar kolesterol tinggi.

2. Diet atau pola makan

Biasanya anak paling suka makan makanan yang digoreng, mempunyai rasa gurih, dan juga banyak mengandung lemak, garam, dan gula.

Sering mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi (terutama lemak jenuh dan lemak trans) dalam jumlah banyak dapat membuat kolesterol dalam tubuh anak menumpuk, sehingga menyebabkan anak mempunyai kolesterol tinggi.

3. Obesitas

Kelebihan berat badan pada anak disebabkan oleh pola makan yang buruk pada anak dan kurangnya aktivitas fisik.

Hal ini turut menyumbang risiko anak mempunyai kadar kolesterol tinggi.

Ini cara cek kolesterol pada anak

Untuk mengetahui apakah anak Anda memiliki kolesterol tinggi atau tidak bisa dilakukan dengan cara melakukan tes kolesterol.

Melakukan tes kolesterol sangat penting bagi anak, bukan hanya bagi orang dewasa saja.

The National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) American Academy of Pediatrics merekomendasikan semua anak melakukan tes kolesterol pada usia antara 9-11 tahun dan pada usia antara 17-21 tahun.

Hal itu terutama direkomendasikan untuk anak dengan:

  • Salah satu atau kedua orangtua anak memiliki kolesterol tinggi (lebih dari 240 mg/ dL)
  • Riwayat keluarga penyakit jantung, terutama ada anggota keluarga yang mempunyai penyakit jantung pada usia 55 tahun untuk pria atau usia 65 tahun pada wanita
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Mempunyai faktor risiko tambahan, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau merokok

Setelah melakukan tes kolesterol tersebut, Anda dapat mengetahui berapa kadar kolesterol anak.

Kemudian Anda bisa menentukan hasil tersebut masuk ke dalam kategori yang mana.

Berdasarkan National Cholesterol Education Program (NCEP), batasan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL) untuk anak usia 2-18 tahun adalah:

 
  • Kolesterol tinggi, ditandai dengan kolesterol total anak 200 mg/ dL atau lebih dan kadar kolesterol LDL anak sebesar 130 mg/ dL atau lebih.
  • Batasan kolesterol tinggi, yaitu kadar kolesterol total anak antara 170-199 mg/ dL dan kolesterol LDL antara 110-129 mg/ dL. Pada rentang ini, anak harus hati-hati karena jika dibiarkan anak bisa saja mempunyai kadar kolesterol tinggi.
  • Kolesterol normal, ditandai dengan kadar kolesterol total anak kurang dari 170 mg/ dL dan kadar kolesterol LDL anak kurang dari 110 mg/ dL.
 

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar kolesterol anak adalah:

1. Perhatikan konsumsi lemak anak
Berikan anak makanan yang mengandung lemak total, lemak jenuh, dan kolesterol yang rendah.

Pilihlah susu yang bebas atau rendah lemak untuk diberikan pada anak. Gunakan minyak sayur atau margarin bebas lemak trans untuk memasak.

2. Biasakan anak untuk berolahraga setiap hari

Olahraga ringan setiap hari, seperti berjalan, bersepeda, lari, dan berenang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik pada anak.

3. Perhatikan berat badan anak

Jika berat badan anak dalam rentang normal, sebaiknya terus pertahankan. Sedangkan, jika berat badan anak berlebihan, usahakan untuk menurunkan berat badan anak.

4. Ganti makanan anak menjadi makanan sehat

Lemak tetap dibutuhkan oleh anak. Bukan berarti Anda harus melarang anak makan makanan yang berlemak.

Tapi, pilihlah makanan yang mengandung lemak sehat untuk anak. Anda dapat mengganti makanan yang mengandung lemak jenuh dengan makanan yang mengandung lemak tak jenuh. Ini jauh lebih sehat dan dapat memenuhi kebutuhan lemak anak.

Beberapa contoh makanan yang mengandung lemak tak jenuh adalah alpukat, kacang-kacangan, ikan, minyak zaitun, dan minyak kanola.

5. Berikan anak banyak makanan sehat

Hal ini bertujuan agar anak mendapatkan semua nutrisi yang ia butuhkan. Berikan anak berbagai buah-buahan, sayuran, dan makanan yang terbuat dari gandum utuh. Jika Anda memberikan daging, usahakan berikan daging yang tanpa lemak.

Selain itu, sumber protein lainnya adalah ikan dan kacang-kacangan. Batasi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula tambahan atau pemanis buatan. Serta, batasi juga pemberian makanan kemasan untuk anak.

6. Baca informasi nilai gizi

Jika membeli makanan kemasan untuk anak, sebaiknya baca terlebih dahulu informasi nilai gizi yang ada di kemasan sebelum membelinya.

Dari tabel informasi nilai gizi tersebut Anda dapat melihat berapa kandungan lemak dalam makanan kemasan tersebut per sajian. Sehingga, hal ini memudahkan Anda untuk membatasi konsumsi lemak anak. (Tribuncirebon.com/Mutiara)

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved