Breaking News:

Sudah Menunggu Lama, ASDA II Kuningan Tak Jadi Pergi Ibadah Haji: Kebijakan Pemerintah Kami Terima

Penundaan pelaksanaan ibadah haji 2021 ternyata mendapat berbagai respon dari calon jemaah haji di Kuningan.

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mutiara Suci Erlanti
(Sky News)
Di tengah pandemi corona yang melanda dunia, pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi tetap berlangsung mengikuti protokol kesehatan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Penundaan pelaksanaan ibadah haji 2021 ternyata mendapat berbagai respon dari calon jemaah haji di Kuningan.

Terutama mereka yang bersabar dan berusaha taat terhadap kebijakan pemerintah sebagai lembaga sah penyelenggara ibadah haji.

"Ya apapun keputusan pemerintah soal penundaan pemberangkatan ibadah haji, kami terima. Dari pengalaman ini menjadikan kita belajar maksimal untuk bersabar.

Apalagi saya masuk data sebagai calon jemaah haji itu sembilan tahun lalu," ungkap Asisten Daerah II Kuningan, Deni Hamdani saat dihubungi Tribuncirebon.com, Kamis (3/6/2021).

Baca juga: Ini Hasil Managers Meeting, Liga 1 Bakal Digelar 10 Juli 2021, Liga 2 Belum Ditentukan

Baca juga: 60 Persen Calon Jemaah Haji Asal Kuningan Lansia, Mereka Tak Jadi Berangkat Meski Sudah Divaksin

Deni mengatakan, kebaikan untuk menerima keputusan ini merupakan langkah terbaik yang dikeluarkan pemerintah. Apalagi saat ini masuk dalam Pandemi Covid19.

"Apapun kebijakan pemerintah, kami terima apapun yakin terbaik," ungkapnya.

Pengalaman penundaan ibadah haji, kata Deni tidak lantas menyurutkan semangat ibadah dalam kehidupan sehari - hari.

"Hari - hari selain melakukan ibadah wajib, kita lakukan ibadah yang sama kualitasnya dengan ibadah haji. Ini pun tentu berdasarkan keterangan yang di ajarkan para alim ulama dan tokoh agama," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, pembatalan pemberangkatan ibadah haji 2021 membuat manajemen yang tergabung dalam KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) kerja ekstra dalam melakukan sosialisasi dan pemberitahuan kepada calon jemaah haji.

Pasalnya, kegagalan pelaksanaan ibadah haji ini merupakan kejadian kedua selama tahun 2020 dan 2021.

Demikian hal itu dikatakan H Heri, Pengurus KBIH Manbaul Ulum yang terletak di Desa Silebu, Kecamatan Pancalang, Kuningan, Jawa Barat, Kamis (3/6/2021).

Dia mengatakan, untuk pembatalan sekarang dilakukan ulang pemberitahuan kepada para Calhaj. "Tadi kita sudah beritahukan kepada Calhaj di KBIH kami, bahwa adanya pembatalan pemberangkatan lagi," ujarnya.

Kejadian sama pada tahun sebelumnya, kata Heri mengaku bahwa ini akan di Kordinasikan dengan Kementrian Agama dan para calhaj. Terutama mengenai biaya dalam tahapan melaksanakan ibadah haji.

"Dalam tahapan Ibadah Haji melalui KBIH itu jelas dan legal. Seperti melakukan manasik haji, baik secara teori maupun praktek. Ini dilakukan selama 15 kali dan tentu menggunakan biaya berdasar peraturan dan ketentuan baik secara administrasi Kemenag maupun dari tiap KBIH itu sendiri," katanya.

Suatu kasus kemarin, kata dia, sebenarnya tahun 2020 itu sudah dilakukan manasik haji sesuai ketentuan prakteknya itu selama 15 hari. "Nah, pada tahun sekarang juga dilakukan sama seperti tahun kemarin. Ya, kan mungkin saja ada yang lupa dalam tahapan Ibadah Haji baik melalui syarat dan rukun Haji, jadi kita ulas ulang tentang materi tahapan Ibadah Haji," ujarnya.

Sekedar informasi, jumlah KBIH di Kujingan itu ada sebanyak 8 KBIH. Diantaranya, Manbaul Ulum, Darul Ulum, Al Zam zami, Arofah, Syiarul Islam, Athohoriyah, Ashahiriyah, Arhamah. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved