Breaking News:

Tak Tahan dengan Pengeboman Terowongan KCIC, Warga Tipar Silih Asih Padalarang Geruduk Pengembang

Sebab, aktivitas untuk menembus Gunung Bohong itu sejak awal sudah menyebabkan rumah warga retak-retak pada bagian dinding dan lantai.

Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
Warga Tipar Silih Asih saat mendatangi lokasi blasting di terowongan KCIC. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Warga Kompleks Tipar Silih Asih, RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggeruduk lokasi pengeboman atau blasting terowongan Kereta Cepat Indonesia-Cina (KCIC) di area proyek tunnel 11.1 Gunung Bohong, Rabu (2/6/2021).

Hal tersebut dilakukan karena warga sudah tidak tahan dengan aktivitas peledakan yang dilakukan pihak pengembang yakni PT CREC.

Sebab, aktivitas untuk menembus Gunung Bohong itu sejak awal sudah menyebabkan rumah warga retak-retak pada bagian dinding dan lantai.

Ketua RT 04/13 Kompleks Tipar Silih Asih, Heru Agam mengatakan, aksi spontan yang dilakukan puluhan warga itu karena mereka ingin menyampaikan surat yang berisi peringatan agar blasting tidak dilanjutkan lagi kepada pihak pengembang.

Baca juga: Pengeboman Terowongan Kereta Cepat KCIC Bikin Muak Warga Tipar, Akui Terganggu, Geruduk Pengembang

PT Kereta Cepat Indonesia China ( KCIC) mulai mengangkut rel untuk kereta cepat Bandung-Jakarta, dan segera dipasang.
PT Kereta Cepat Indonesia China ( KCIC) mulai mengangkut rel untuk kereta cepat Bandung-Jakarta, dan segera dipasang. (Tribunjabar.id/Lutfi Ahmad Mauludin)

"Saya bikinkan surat resmi jangan sampai ada ledakan lagi. Tapi pimpinannya gak ada di tempat," ujar Heru saat ditemui di rumahnya.

Mereka meminta aktivitas blasting itu dihentikan sampai ada jaminan keamanan dan keselamatan bagi mereka, yang hingga kini belum didapatkan.

Padahal, daya ledak pada blasting tersebut saat ini semakin kuat.

"Perabotan saja sampai bergoyang. Terus waktunya itu gak menentu," kata Heru.

Ketua RW 13 Kompleks Tipar Silih Asih, Rudianto, mengatakan, sejak awal, warga menolak adanya peledakan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved