Breaking News:

Kekurangan Guru PNS, Disdik Majalengka Dapat Jatah Kuota 3.558 untuk Tenaga P3K

kekurangan guru untuk tingkat SD dan SMP di Kabupaten Majalengka itu jadi latar belakang pihaknya mengajukan ribuan kuota guru.

TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Kepala Dinas Pendidikan Majalengka, Ahmad Suswanto. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Majalengka mendapatkan kuota 3.558 guru untuk mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau P3K tahun 2021.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Ahmad Suswanto mengatakan, kuota 3.558 guru untuk seleksi P3K tersebut sesuai informasi dari Kemendagri dan Kemendikbud.

Yang mana, beberapa waktu lalu, pihaknya sudah mengajukan ribuan kuota ke kementerian di atas.

"Seleksi P3K kami mendapatkan kuota 3.558 orang calon yang akan mengikuti seleksi itu. Kendati demikian, sekarang kita masih lagi menunggu juklak juknis seleksi itu," ujar Suswanto saat dikonfirmasi, Selasa (1/6/2021).

Menurut Suswanto, kekurangan guru untuk tingkat SD dan SMP di Kabupaten Majalengka itu jadi latar belakang pihaknya mengajukan ribuan kuota guru.

Baca juga: KBM Tatap Muka di Majalengka Digelar Juli 2021, tapi Kemungkinan Besar Dilaksanakannya Terbatas

Baca juga: Masih Ada 23 Penambahan Kasus Covid-19 di Majalengka yang Tetap Jalankan PPKM

Baca juga: Jadi Salah Satu Andalan Pembangunan di Majalengka, Sektor Pariwisata Segera Punya Perda Pengelolaan

Kata dia, saat ini hampir seluruh sekolah tingkat dasar dan menengah mengalami kekurangan guru yang berstatus PNS.

"Kita sangat membutuhkan tenaga guru itu karena hampir di setiap sekolah rata-rata kekurangan guru. Satu sekolah PNS hanya 1 atau 2 orang terutama di SD. Tidak ada satupun sekolah yang sesuai kebutuhan."

"Alhamdulilah, dari yang kita ajukan sebanyak 3.725, terealisasi 3.558," ucapnya.

Siswanto juga mengungkapkan, dalam seleksi nanti guru yang sudah terdaftar di Dapodik dan telah mengabdi menjadi tenaga honorer bertahun-tahun menjadi prioritas untuk mengikuti seleksi P3K.

"Kriterianya minimal sudah ada di dalam dapodik mereka punya hak. Kita menghargai mereka yang sudah bertahun-tahun menjadi honor," ujarnya. (*)

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved