PENAMPAKAN Wajah Dadang Buaya Babak Belur, Preman yang Serang Markas Koramil, Polisi pun Mau Dibacok
Dadang 'Buaya' dan belasan preman berbekal senjata tajam nekat menyerang markas Koramil Pameungpeuk Kodim 0611 Garut, Jumat (28/5/2021)
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Dadang 'Buaya' dan belasan preman berbekal senjata tajam nekat menyerang markas Koramil Pameungpeuk Kodim 0611 Garut, Jumat (28/5/2021)
//
Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Baca juga: Dadang Buaya dan Belasan Preman Serang Koramil Pameungpeuk Sambil Mengacungkan Golok Samurai
Menurutnya, saat ini Dadang Buaya dan satu orang temannya sudah diamankan polisi.


Kronologi Kejadian
Benny menjelaskan, peristiwa tersebut berawal dari adu mulut antara Dadang Buaya dengan JK (54), seorang nelayan yang baru pulang melaut.
Adu mulut tersebut terjadi saat keduanya berpapasan di jalan.
"Dia (Dadang Buaya) salah jalur karena orangnya mabuk, ribut dengan pengendara lain (nelayan) kemudian lari kedalam koramil dikejar sama dia," ucapnya.
Adapun Dadang Buaya terlibat perkelahian dengan JK seorang nelayan.

Saat itu Dadang Buaya mengendarai sepeda motor dan nyaris menabrak JK.
JK yang kaget langsung menegur Dadang Buaya.
Tidak terima ditegur Dadang Buaya pun langsung turun dari motornya dan menodongkan pisau ke leher JK lalu menamparnya.
Karena terus berselisih, JK akhirnya menghubungi adiknya yang seorang aparat untuk membantu menengahi permasalahannya.
Tidak terima ditengahi, Dadang Buaya pun terlibat cekcok dengan adik JK dan terlibat perkelahian.
Masyarakat yang menyaksikan peristiwa tersebut akhirnya melaporkan kejadian itu kepada Babinmas Desa Mancagahar.
Namun bukannya terurai DA malah menyerang Babinmas dan membantingnya.
DA lalu merampas golok milik petani yang tidak jauh dari lokasi lalu mencoba membacok tapi bisa digagalkan.
Aksi brutal DA berhasil dibubarkan oleh anggota Polsek Pameungpeuk.
DA yang tidak puas dengan kejadian tersebut lalu kembali bersama 15 orang temannya, kemudian
mendatangi Koramil Pameungpeuk dengan niat mencari adiknya JK.
DA, yang dalam keadaan pengaruh minuman alkohol, mencoba menerobos masuk ke Koramil sambil membawa senjata tajam.
Anggota Koramil berhasil menghalau DA kemudian mengamankan sejumlah senjata tajam, yakni katana, igrek, dan golok.
DA pun berhasil diusir oleh anggota Koramil Pameungpeuk.
Sempat terjadi adu mulut antara DA dan sejumlah anggota Koramil.
Tidak puas dengan yang terjadi di Markas Koramil Pameungpeuk DA pun lalu bergegas mendatangi Polsek Pameungpeuk mencari anggota kepolisian yang sebelumnya terlibat cekcok dengan DA.
Di Polsek Pameungpeuk ia membuat keributan tapi akhirnya diusir keluar.
Tak cukup sampai di situ, DA pun akhirnya meluapkan kekesalannya dengan menyerang salah satu anggota kepolisian yang sedang berada di luar Polsek.
Akhirnya DA berhasil ditenangkan kemudian ia diminta untuk pulang.
Koramil Pameungpeuk lalu berkordinasi dengan Polsek Pameungpeuk untuk menangkap DA dan yang lainnya yang terlibat.
Akhirnya DA dan satu orang temannya ditangkap di rumah masing-masing.