Breaking News:

Aksi Demo Seniman di Indramayu

Seniman di Indramayu Mulai Bisa Senyum, Acara Hajatan Bakal Diperbolehkan Lagi, Siap Menghibur Lagi

Diizinkannya kembali hajatan oleh pemerintah Kabupaten Indramayu langsung disambut gembira ribuan seniman yang berdemo, Jumat (28/5/2021).

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Aksi unjuk rasa para seniman di Pendopo Indramayu, Jumat (22/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Diizinkannya kembali hajatan oleh pemerintah Kabupaten Indramayu langsung disambut gembira ribuan seniman yang berdemo, Jumat (28/5/2021).

//

Mereka bertepuk tangan saat pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda II) Kabupaten Indramayu, Maman Kostaman di Pendopo Indramayu.

Salah seorang seniman, Syarif mengatakan, sepulang dari Pendopo Indramayu, ia ingin langsung pulang dan menyampaikan kabar tersebut kepada anak dan istrinya di rumah.

"Tentu senang, ini yang kami harapkan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com Jumat (28/5/2021).

Baca juga: Cerita Dalang di Indramayu Harus Berhutang dan Jual Motor Demi Bisa Bertahan di Tengah Pandemi

Syarif menambahkan, para seniman dalam satu tahun terakhir sudah merasa sangat lelah dengan adanya pembatasan yang melarang hajatan. 

Oleh karenanya  harus kucing-kucingan dengan petugas setiap menggelar hajatan karena takut dibubarkan.

Kini, ia tidak merasa takut lagi dan berterima kasih kepada pemerintah setelah mengeluarkan keputusan tersebut.

Sementara itu, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda II) Kabupaten Indramayu, Maman Kostaman mengatakan, pemerintah daerah bakal segera merevisi Surat Edaran Bupati Indramayu Nomor: 140/ST.COVID19-IM/V/2021 soal pelarangan hajatan.

Baca juga: Hajatan di Indramayu Tak Dibolehkan Akibat Covid-19, Dalang Ini Jual Motor Agar Dapur Tetap Ngebul

Revisi surat edaran itu paling lambat akan diterbitkan pada Rabu, 2 Juni 2021 mendatang.

"Yang diinginkan semuanya akan kami akomodir dan secepat mungkin kami akan merubah regulasi paling lambat hari Rabu," ujar 

Sembari menunggu surat turun, pekerja seni juga diperbolehkan menerima panggilan hiburan dengan syarat menerapkan prokes. Jika melanggar, maka harus siap dibubarkan.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved