Mobil Pikap Bermuatan Pupuk Terjun ke Jurang Setelah Gagal Taklukkan Tanjakan di Desa Cisondari
sebuah mobil pikap bermuatan pupuk, masuk jurang sedalam 20 meter di Kampung Leuwiliang, Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Akibat tak mampu melewati tanjakan, sebuah mobil pikap bermuatan pupuk, masuk jurang sedalam 20 meter di Kampung Leuwiliang, Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Kamis (27/5/2021).
Kapolsek Pasirjambu, AKP Asep Dedi, membenarkan adanya mobil warna hitam bernomor D 8535 ZZ mengalami kecelakaan tunggal, sekitar pukul 07.10 WIB.
"Akibat kejadian tersebut, korban yang merupakan sopir Wawan (56), mengalami luka memar pada bagian kaki sebelah kanan dan bagian kepala, selanjutnya korban di bawa Rumah Sakit Al Ihsan," ujar Asep, saat dihubungi Tribun Jabar.
Menurut Asep, mobil pikap tersebut, mengangkut pupuk kandang sebanyak 25 Karung, dengan berat 20 kilogram per karung. Kernetnya adalah Ujang, dari Kampung Haurgantung, Desa Tenjolaya yang bertujuan ke Kampung Leuwiliang, RW 18, Desa Cisondari.
Kendaraan tersebut dikendarai oleh Saudara Wawan dengan kenek Saudara Ujang. Yang mengangkut pupuk kandang dari Kp. Haur gantungDdesa Tenjolaya yang bertujuan ke Sdr. Yaya yang berada di Kp Leuwiliang RW 18 desa Cisondari.
Baca juga: Rombongan Jordi Onsu Alami Kecelakaan di Malang, Mobil Avanza yang Ditumpangi Terperosok ke Jurang
Baca juga: Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Maut Bus Masuk Jurang di Wado Bertambah, Total Jadi 30 Penumpang
"Ketika kendaraan tersebut, berada di tanjakan Jalan Jajaway, Kampung Leuwiliang, Desa Cisondari tidak sanggup melewatinya, dan kendaraan tersebut mundur kembali dan tidak terkendali. Akhirnya kendaraan tersebut dan sopirnya masuk ke dalam Sungai dengan kedalaman dari bahu jalan ke sungai sekitar 20 meter," kata Asep.
Sedangkan Ujang melompat dari kendaraan dan pupuk kandang yang diangkutnya berserakan.
"Sekitar jam 12.00 WIB kendaraan tersebut berhasil diangkat dari sungai, oleh jajaran polsek Pasirjambu dan dibantu warga sekitar, berjumlah sekitar 75 orang," kata Asep.
Asep mengungkapkan, evakuasi mobil tersebut tak menggunakan mobil derek karena memang jalannya sempit, hanya masuk untuk satu mobil.
"Kendaraan berhasil dievakuasi secara manual dengan menggunakan tambang, dan seling," tuturnya.
Jadi kata Asep, ditarik saja manual gotong royong warga.
"Akhirnya bisa dievakuasi karena memang banyak warga yang membantu, sebab memang di kampung ini jiwa sosial warganya sangat tinggi. Kami bergeotong royong menarik mobil tersebut ke bahu jalan," ucapnya.
Menurut Asep, kendaraan tersebut udah dibawa oleh keluarga korban.
"Dari kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 10 juta," ucapnya.
Asep mengimbau, kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati saat berkendara terutama di jalan yang berkelok dan naik turun.
"Untuk angkutan barang, pastikan barang yang dibawa sesuai dengan kapasitas mobil," ucapnya.