Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Maut Bus Masuk Jurang di Wado Bertambah, Total Jadi 30 Penumpang
Korban meninggal akibat kecelakaan maut bus masuk jurang di Tangajakan Cae, Wado Sumedang, bertambah.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Korban meninggal akibat kecelakaan maut bus masuk jurang di Tangajakan Cae, Wado Sumedang, bertambah.
Seorang penumpang yang sebelumnya masih menjalani perawatan RSUD Sumdang, dinyatakan meninggal dunia pada, Rabu (16/3/2021) dini hari
Seperti diketahui kecelakaan maut itu menimpa bus pariwisata Sri Padma Kencana yang masuk jurang di Tanjakan Cae, Jalan Raya Malangbong-Wado, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang itu, Rabu (10/3/2021) malam.
Baca juga: Sederet Curhat Para Istri di Pangandaran Nekat Ajukan Cerai: Suami Perhitungan hingga Tukang Bohong
Baca juga: Diadukan Menabok Pantat Anak Majikan, Lalu Jarang Diberi Makan, TKW Indramayu Ini Kabur dari Majikan
Dengan adanya yang meninggal tersebut, total korban meninggal dunia akibat kelecakaan maut itu menjadi 30 orang.
Direktur RSUD Sumedang, Aceng Solehudin, mengatakan, korban bernama Suherman (51) itu sudah mendapat perawatan di Ruang Intensif Care Unit (ICU) sejak hari pertama masuk RSUD Sumedang.
"Tadi malam, pasien yang di ruang ICU meninggal dunia karena memang banyak sekali cedera pada kepala, dada dan sebagainya," ujarnya saat ditemui di RSUD Sumedang.
Aceng mengatakan, pasien tersebut sejak awal tingkat kesadarannya terus mengalami penurunan meskipun tim medis telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan pasien asal Kampung Pasirlaja, RT 6/2, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Subang itu.
Baca juga: Ezra Resmi Gabung, Wander Luiz Tiba Indonesia, Ini Kata Bos Persib, Umuh dan Robert Soal Pemain Baru
Baca juga: INI Update Harga HP Oppo Bulan Maret 2021: Cek Harga Oppo A15s, Oppo A1K hingga Oppo Reno5
Menurutnya, korban mengalami luka parah pada bagian kepala dan dada akibat terjadi benturan yang keras saat bus yang mengangkut rombongan peziarah dari SMP IT Al Muawwanah, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang itu terjun ke dalam jurang.
"Sudah dilakukan berbagai tindakan, termasuk ventilator, tapi pada pukul 02.20 WIB tadi malam, beliau meninggal dunia," kata Aceng.
Kemudian, kata Aceng, pasien tersebut pada pukul 06.00 WIB, langsung dijemput oleh tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Aceng mengatakan, untuk korban yang masih mendapat perawatan, saat ini hanya tersisa enam orang lagi dan dirawat di beberapa ruang perawatan RSUD Sumedang.
"Saat ini yang dirawat tinggal enam orang satu di ruang ICU, satu di HCU, satu di Ruang Anggrek, dan tiga orang di ruang Jasmin," ucapnya.
Baca juga: VIRAL Video Syur Berdurasi 3 Menit di Sebuah Hotel di Bogor Beredar di Medsos, Wanitanya Baju Merah
Baca juga: PSK di Bawah Umur Tarif Rp 2 Juta Ditawarkan Via WA, Ternyata Muncikarinya Pun Baru Berusia 18 Tahun