Diadukan Menabok Pantat Anak Majikan, Lalu Jarang Diberi Makan, TKW Indramayu Ini Kabur dari Majikan
Sebanyak 3 Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW dipulangkan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah kembali ke tanah air.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebanyak 3 Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW dipulangkan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah kembali ke tanah air.
Tiga PMI itu berasal dari daerah dengan rentang masa kerja dan permasalahan yang berbeda.
Salah satu di antaranya adalah TWM (37), TKW asal Indramayu.
Baca juga: Sederet Curhat Para Istri di Pangandaran Nekat Ajukan Cerai: Suami Perhitungan hingga Tukang Bohong
Baca juga: Sebagai TKW, Ibu dari Gadis yang Disetubuhi Oknum Guru Ngaji Syok Berat, Kerap Akan Bunuh Diri
Saat dikonfirmasi, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih membenarkan hal tersebut.
"Ia benar PMI itu berinisial TWM," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (17/3/2021).
Berdasarkan informasi yang diterima SBMI, TWM ini berangkat ke Arab Saudi untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di Mekkah dengan gaji 2.000 riyal pada tahun 2019 lalu.
Akan tetapi ia dikembalikan ke agensi yang memberangkatkannya hanya gara-gara diadukan oleh anak majikan yang berusia 8 tahun.
TWM bertengkar dengan anak majikannya, anak itu disebutkan dia bandel dan mengadu kepada orang tuanya dirinya menabok pantat anak tersebut.
"Padahal saya gak nabok. Ibunya percaya sama anaknya,” ujar TWM kepada petugas KJRI.
TWM kemudian dipekerjakan lagi oleh agensi di rumah majikan kedua, dia kembali bekerja untuk mengurus anak kecil.
Lantaran jarang diberi makan oleh majikan keduanya ini, TWM lalu memutuskan kabur menuju KJRI Jeddah.
"TWM memutuskan kabur dari rumah majikan, menumpang taksi dari Mekkah menuju KJRI Jeddah," ujar dia.
Adapun dua TKW lainnya yang juga dipulangkan KJRI Jeddah, diketahui adalah SSAH (31) asal Cianjur Jawa Barat dan EYHS (40) asal Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB).
TPPO Masih Marak