Breaking News:

Ada Warga yang Kaki Tangannya Dipasung dengan Cara Dirantai di Kuningan, Dinsos Langsung Lakukan Ini

Dinas Sosial Kabupaten Kuningan klaim telah melepaskan salah seorang warga di Desa Cikubangsari, Kuningan, Jawa Barat yang dipasung dengan dirantai

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: dedy herdiana
Istimewa
Tim Dinas Sosial saat melepaskan pasung ikatan rantai pada warga ODGJ di Desa Cikubangsari, Kuningan Jawa Barat, Kamis (27/5/2021).  

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Dinas Sosial Kabupaten Kuningan mengklaim telah berhasil melepaskan salah seorang warga di Desa Cikubangsari, Kuningan, Jawa Barat yang dipasung dengan cara dirantai pada kaki dan tangannya.

Hal itu setelah sebelumnya muncul informasi ada salah seorang warga memiliki keterbelakangan mental alias Orang Dengan Gangguan Jiwa ( ODGJ) di Desa Cikubangsari, Kecamatan Kramatmulya.

Diketahui, warga ODGJ yang dipasung itu bernama Alan Maulana (19), sekaligus putra dari pasangan suami istri, Budi dan Ayat yang juga warga Dusun Puhun RT 003 RW 003 desa setempat.

Baca juga: Seorang Wanita Muda Hamil Nyaris Melahirkan di Pinggir Jalan Indramayu, Sempat Mengerang Kesakitan

Baca juga: KISAH Korban PHK Jadi Petani Oyong di Majalengka, Banyak Dicari Bandar Sayur untuk Dijual ke Jakarta

“Pelepasan pasung atau membuka rantai pada kedua kaki dan tangan Alan tadi, disaksikan langsung tim Dinas Sosial, Ketua LKS Rumah Antara Graha Berdaya, Lukman Mulyadi serta Kadesnya, yakni Yunus,” ungkap Kepala Dinas Sosial Dudy Budiana kepada wartawan menyampaikan, Kamis (27/5/2021). 

Tindakan social ini, kata Dudy berharap kepada Bidang Rehabilitasi Sosial dan LKS PSM Rumah Antara Graha Berdaya kasus-kasus pasung di Kuningan secara bertahap serta cepat bisa tertangani.  

“Semoga saat melihat atau mendengar ada warga yang seperti demikian, kepada Tim dan Aktivis social ini bisa lebih cepat dalam memberikan pelayanan. Dan terutama dalam proses rehabilitasi sosial pasca pengobatannya,” katanya.

Alasan ini, kata dia, karena penyandang disabilitas mental ata ODGJ ini tidak ada kata sembuh tapi hanya pulih. 

“Apabila dalam keberlangsungan minum obat tidak teratur tidak menutup kemungkinan akan kambuh kembali,” kata Dudy lagi.

Dalam keterangan, kata Dudy menyebut bahwa Alan merupakan penyandang disabilitas mental atau Orang Dengan Gangguan Jiwa tercatat sebagai warga Dusun Puhun RT 003 RW 003 Desa Cikubangsari, Kecamatan Kramatmulya.

“Adanya warga yang dipasung berdasarkan informasi dari Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) Kecamatan Kramatmulya. Hasil koordinasi kepada Dinas Kesehatan untuk sama-sama dalam penanganan ODGJ, Alan yang juga anak ketiga dari Bapak Budi dan Ibu Ayat bisa dilepas pasungnya, dan kini mendapat pengobatan kesehatan di rumah sakit di Plumbon,” ujarnya.

Baca juga: BREAKING NEWS : Mobil Truk Molen Angkut Material Cor Beton Terguling Timpa Rumah Warga di Kuningan

Baca juga: Dampak Rumah Warga Ambruk, Begini Hasil Mediasi Antara Kades dengan Manajemen Truk Molen Terguling

Sementara saat ditanya alasan di pasung atau pengguna rantai pada kedua kaki Alan, hal sudah berjalan sejak satu bulan karena kondisi Alan sendiri itu sering memukul orang tuanya.

“Iya kami terima informasi bahwa di pasung begini, karena Alan suka memukul orang tuanya dan ini belum lama atau baru satu bulan,” ujarnya. 

Di tempat sama Kepala Desa Cikubngsari, yakni Yunus membenarkan bahwa kegiatan pelepasan pasung pada salah warganya berjalan lancar.

“Iya tadi siang ada warga kami yang di pasung dan kini sudah dibawa ke rumah sakit untuk di obati. Nah, untuk mengenai alas usulnya itu bisa langsung tanya pada keluarganya,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved