Breaking News:

Truk Molen Timpa Rumah di Kuningan

Dampak Rumah Warga Ambruk, Begini Hasil Mediasi Antara Kades dengan Manajemen Truk Molen Terguling

Kepala Desa Linggajati, Unang mengklaim berhasil melakukan mediasi korban rumah ambruk dengan manajemen material adukan cor beton.

Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Sebuah truk molen yang mengangkut matrial adukan cor beton terguling di Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus, Kuningan, Jawa Barat, Kamis (27/6/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN – Kepala Desa Linggajati, Unang mengklaim berhasil melakukan mediasi korban rumah ambruk dengan manajemen material adukan cor beton.

Hal itu setelah sebelumnya diketahui mobil truk molen pengangkut material adukan cor beton itu terguling dan menimpa separo bangunan rumah warga di Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus, Kuningan, Jawa Barat, Kamis (17/5/2021).

“Untuk bangunan rumah warga yang ambruk dan mengalami kerusakan, kami tadi berbincang dengan manajemen untuk mengurus atas kejadian tadi,” ungkap Unang sekligus orang nomor satu di Desa Linggajati.

Dia mengklaim untuk urusan perbaikan rumah ambruk tadi mendapat respon baik dan akan dilakukan perbaikan pembangunan. “Ya tadi kami menerima kesiapan manajemen perusahan mobil truk molen tadi, bahwa bersangkutan siap bangun ulang rumah warga ambruk,” ujarnya.

Baca juga: BREAKING NEWS : Mobil Truk Molen Angkut Material Cor Beton Terguling Timpa Rumah Warga di Kuningan

Baca juga: Soal Truk Molen Pengangkut Cor Beton yang Terguling Timpa Rumah, Kapolsek Cilimus Jelaskan Begini

Sebuah truk molen yang mengangkut matrial adukan cor beton terguling di Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus, Kuningan, Jawa Barat, Kamis (27/6/2021).
Sebuah truk molen yang mengangkut matrial adukan cor beton terguling di Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus, Kuningan, Jawa Barat, Kamis (27/6/2021). (Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)

Menyinggung soal kondisi badan jalan ambles, kata Unang mengaku bahwa pembangunan jalan itu belum memiliki umur lebih dari tiga tahun. Kemudian bangunan jalan memang tidak di peruntukan bagi kendaraan berat.

“Jalan di kampung kami tentu hanya kendaraan ringan yang tidak membawa angkutan atau berkapasitas besar. Nah, jika melihat truk molen ini. Tadi pengakuan dari sopir bahwa untuk beban kendaraan saja mencapai 20 ton dan saat full berisi muatan material cor beton, itu bisa mencapai 27 ton dan sekarang bisa dilihat langsung kondisi bagaimana?” ujarnya.

Ditempat sama, Deddy selaku perwakilan perusahan material adukan cor beton wilayah III Cirebon, mengklaim mohon maaf atas tindakan yang dilakukan sopir angkutan dan menimbulkan peristiwa rumah ambruk demikian.

“Atas nama pribadi dan perusahaan, kami mohon maaf atas kejadian yang menimbulkan rumah warga rusak,” katanya.

Saat bareng dengan Kepala Desa Linggjati dan sejumlah warga setempat, Deddy berjanji akan melakukan perbaikan kembali terhadap rumah warga yang rusak akibat kendaraan perusahaanna terguling.

“Untuk teknis dalam perbaikan, kita nanti bicara sama Pak kuwu dan kami siap serta tanggungjawab dalam kejadian ini,” ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved