Breaking News:

Nenah TKW Majalengka Terancam Dihukum Mati, Keluarga Harap Hukuman Dicabut, Bersedia Membayar Diat

Dalam keterangannya, BP2MI juga memastikan akan terus melakukan koordinasi dengan KJRI Dubai dan Kementerian Luar Negeri.

Eki Yulianto/Tribuncirebon.com
Nung Arminah (41), kakak kandung dari Nenah Arsinah PMI asal Majalengka yang dituntut hukuman mati karena dituduh membunuh sopir majikannya 

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA-  Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) tengah berupaya membebaskan Nenah Arsinah (38) pekerja migran asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang terancam hukuman mati karena dituduh melakukan pembunuhan terhadap sopir majikannya di Dubai, UEA.

//

Dalam keterangan yang diterima Tribun, BP2MI menyebutkan pihaknya telah menerima surat dari KJRI Dubai tentang perkembangan kasus hukum WNI atas nama Nenah Arsinah.

"Mahkamah Sharjah menunda hasil keputusan sidang banding Nenah Arsinah karena masih berupaya melakukan kontak dengan keluarga korban (warga negara India) terkait pencabutan tuntutan hukuman mati," ujar Koordinator Perlindungan Kawasan Timur Tengah BP2MI, Jimin Naryono, Rabu (26/5/2021).

Jimin juga mengungkapkan, BP2MI sedang melakukan pendekatan dengan keluarga Mutu Muhammad Rahmatullah, sopir majikan Nenah yang ditemukan meninggal dunia.

Dikatakan dia, besar harapan keluarga korban sudah bisa menerima kematian Mutu Muhammad.

Sehingga nantinya tuntutan yang menjerat Nenah bisa segera dicabut dan bersedia membayar denda atau diat.

**Menurut kamus KBBI, diat mempunyai arti denda (berupa uang atau barang) yang harus dibayar karena melukai atau membunuh orang.

"Dengan mempertimbangkan kasus ini sudah berjalan sejak tahun 2014, ada kemungkinan emosi dan rasa duka keluarga atas kematian Mutu Muhammad Rahmatullah telah mereda, sehingga ada peluang melakukan pendekatan kepada keluarga korban agar bersedia mencatut tuntutan hukuman mati dan menerima diat," katanya.

"KJRI Dubai juga mengusulkan agar perwakilan RI di India dapat bertemu dengan keluarga korban dan melakukan pendekatan sehingga keluarga korban bersedia mencabut tuntutan hukuman mati dan menerima diat," ucapnya.

Dalam keterangannya, BP2MI juga memastikan akan terus melakukan koordinasi dengan KJRI Dubai dan Kementerian Luar Negeri.

Guna mengetahui perkembangan penanganan permasalahan yang menjerat Nenah.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved