Pembangunan Menara Kujang Sapasang di Sumedang Tuai Pro dan Kontra, Anggarannya Rp 100 Miliar

Rencana pemerintah membangun Menara Kujang Sapasang di Objek Wisata Panenjoan, Desa Jemah Jatigede, Kabupaten Sumedang, menuai beragam reaksi

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Hilman Kamaludin
ILustrasi - Puncak Permata di Waduk Jatigede Sumedang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludian

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Rencana pemerintah membangun Menara Kujang Sapasang di Objek Wisata Panenjoan, Desa Jemah Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, menuai beragam reaksi dari masyarakat.

Sebagian mengaku setuju dan gembira dengan rencana tersebut, namun sebagian lagi mengaku heran dan menganggap rencana tersebut sebagai rencana yang kurang tepat dilakukan saat pandemi Covid-19 masih berlangsung. Terlebih pembangunannya menelan biaya yang sangat besar.

Untuk pembangunan Menara Kujang Sapasang beserta berbagai fasilitas pendukungnya ini, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menggelontorkan bantuan gubernur (bangub) yang berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Pemerintah Provisi Jawa Barat senilai Rp 100 miliar. Pembangunan dijadwalkan sudah bisa dimulai awal Juni nanti.

Maria Salim (30), warga Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, mengaku tak habis pikir dengan rencana pemerintah ini. Ia bahkan mempertanyakan fungsi dari menara yang akan dibangun dengan anggaran besar tersebut.

"Fungsinya apa coba? Kalau lagi pandemi Covid-19 seperti ini, lebih baik pikirkan dulu rakyat," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui telepon, Minggu (23/4).

Baca juga: Uang Palsu Rp 1 Miliar Dijual Rp 5 Juta ke Warga Lampung, Pelaku Pakai Modus Penggandaan Uang

Baca juga: Heboh, Mayat Bayi Laki-Laki Ditemukan di Tumpukan Sampah Waduk Jatigede

Baca juga: Air Waduk Jatigede di Wado Sumedang Surut, Puing Bangunan Muncul Lagi ke Permukaan

Menurutnya, selain anggarannya yang terlalu besar, waktu pelaksanaan pembangunan menara ini juga tidak tepat karena pandemi Covid-19 masih berlangsung. "Manfaat menara itu untuk apa? Saya lebih setuju uangnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat," kata Maria Salim.

Hal senada dikatakan warga Rancakalong lainnya, Aghnia Nurfitria (26). Aghnia juga berpendapat anggaran untuk pembangunan Menara Kujang Sapasang dan berbagai fasilitas pendukungnya ini terlalu besar. "Memang ada manfaatnya, bisa meningkatkan jumlah wistawan di Kabupaten Sumedang. Tapi, tetap saja anggaran yang dikeluarkan terlalu besar karena sekarang masih pandemi Covid-19," ujarnya.

Berbeda dengan Aghnia, warga Rancakalong lainnya, Suryana (32) mengatakan bahwa rencana pembangunan Menara Kujang Sapasang dan berbagai fasilitas pendukungnya ini sangat tepat dilakukan Pemkab Sumedang dan Pemprov Jabar.

"Karena, nantinya bisa meningkatkan wisatawan. Mungkin mereka bakal penasaran juga, termasuk saya sendiri," ujarnya.

Landmark Sumedang

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, jika pembangunannya sudah selesai nanti, Menara Kujang Sapasang ini akan menjadi spot menarik bagi para wisatawan. View-nya dari puncak menara akan seperti view dari Menara Liberty di New York.

Menurut Emil, rencana tersebut perlu direalisasikan karena di kawasan Jatigede terdapat beberapa spot yang sangat menarik, sehingg asayang jika kawasan Jatigede yang begitu luas dan memiliki keindahan alam itu tidak bisa memberi nilai tambah bagi warga di sekitar Jatigede.

Emil bahka secara khusus menitipkan pesannya kepada Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, agar memberdayakan masyarakat lokal yang berada di sekitar Bendungan Jatigede .

“Sayang sekali kalau kawasan seluas dan seindah ini tidak memberi nilai tambah sehingga warga yang sebelumnya tergeser oleh proyek Jatigede ini bisa mendapatkan ekonomi baru. Saya titip kepada Bupati maksimalkan orang lokal kampung sini agar menikmati kesejahteraan ekonomi,” ujar Emil dalam siaran digitalnya yang diterima Tribun Jabar, kemarin.

Emil mengatakan, salah satu fasilitas yang juga mereka bangun di sekitar Manara Kujang Sapasang adalah masjid. Sebagian besar masih dalam proses lelang.

"Namun untuk masjid sudah ada pemenang dan 4 Juni bisa dimulai sambil yang lainnya bisa kebut secepatnya. Target  bulan Januari 2022 bisa digunakan,” kata Emil.

Ia mengatakan, pembangunan Kujang Sapasang ini, akan menjadi landmark baru Kabupaten Sumedang yang menandai lahirnya Jatigede sebagai kawasan pariwisata di Kabupaten Sumedang dan Jawa Barat.

Selama ini Jatigede hanya dikenal sebagai kawasan untuk kegiatan pengelolaan air. Padahal, Jatigede menyimpan keindahan yang luar biasa berupa miniatur pulau, sawah, dan permukiman, yang membuat warga tertarik untuk datang ke Jatigede.

“Oleh karena itu, kita fasilitasi. Ada masjid sebagai tempat salat dan istirahat. Kemudian jembatan menghubungkan dua bukit. Di bukit akhir nanti berdiri kujang. Sepasang yang utama dan sepasang dalam skala kecil. Mudah-mudahan dengan selesainya titik landmark tersebut bisa menandai lahirnya kesuksesan pariwisata di Sumedang dan juga di Jabar,” kata Emil.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, mengatakan, pembangunan ini selain untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan masyarakat, juga untuk meningkatkan daya saing pariwisata Kabupaten Sumedang.

Menurut Dony, dengan dibangunnya Menara Kujang Sapasang dan masjid akan menghadirkan wisata spiritual, wisata alam, wisata budaya, dan wisata teknologi informasi di satu obyek wisata. Dengan demikian, kata Dony, obyek wisata ini akan menjadi terdepan di Indonesia yang membumi dan melangit.

99 Meter

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat, Boy Iman Nugraha, mengatakan Menara Kujang Sapasang ini akan memiliki tinggi 99 meter.

"Diharapkan jadi monumen sekelas Patung Liberty. Letaknya di atas bukit yang mengarah ke Waduk Jatigede. Tingginya 99 meter, mencerminkan Asmaulhusna (99 nama Allah)," ungkap Boy Iman saat dihubungi melalui telepon, kemarin.

Menara ini, menurut Boy, akan melengkapi sejumlah landmark di Indonesia, seperti Garuda Wisnu Kencana di Bali. Tujuan utamanya adalah untuk menggelorakan pariwisata di Jatigede, juga menjadi tanda keseriusan pemerintah dalam memberdayakan masyarakat sekitar Jatigede di bidang pariwisata.

Pembangunan kawasan Jatigede ini, katanya, bukan hanya mengenai monumen tersebut. Tetapi juga jembatan, area kuliner atau rest area, area publik, sampai masjid.

"Bentuk masjidnya seperti bunga, tumbuhan yang ada di air, yaitu teratai. Semua bangunan di Jatigede ini akan mencirikan kekhasan Jawa Barat. Kami mencoba membangun kawasan skala nasional dan monumental karena ini memang salah satu proyek strategis Pemprov Jabar," kata Boy.

Dinasnya, menurut Boy, hanya bertugas memonitor dan melakukan evaluasi terhadap proyek senilai Rp 100 miliar tersebut. Pelaksana pembangunannya sendiri adalah Pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah menerima bantuan keuangan dari Pemprov Jabar ini.

Kawasan ini pun, katanya, akan mencerminkan kerja keras masyarakat Sumedang yang berjuang mewujudkan pembangunan Waduk Jatigede. Sehingga, masyarakat Jatigede pun diharapkan mendapat banyak manfaat dari daerahnya sendiri. (hilman kamaludin/syarif abdussalam)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved