Breaking News:

Nelayan Pakai Bahan Peledak Dibekuk

Berikut Kategori Bahan Peledak yang Dipakai Nelayan Indramayu untuk Menangkap Ikan, Kata Ditpolairud

Petugas Ditpolairud Polda Jabar meringkus enam nelayan asal Indramayu yang menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Petugas Detasemen Gegana Polda Jabar saat mendisposal bahan peledak yang diamankan dari enam nelayan asal Indramayu di Mako Ditpolairud Polda Jabar, Jalan Kapten Samadikun, Kota Cirebon, Senin (24/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Petugas Ditpolairud Polda Jabar meringkus enam nelayan asal Indramayu yang menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan.

Dirpolairud Polda Jabar, Kombes Pol Widihandoko, mengatakan, enam nelayan itu berinisial MZ (32), WA (35), WB (32), PK (26), KA (19), dan KB (40).

"Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan dilarang, karena dapat merusak ekosistem laut," ujar Widihandoko saat konferensi pers di Mako Ditpolairud Polda Jabar, Jalan Kapten Samadikun, Kota Cirebon, Senin (24/5/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS: Tangkap Ikan Pakai Bahan Peledak, Enam Nelayan Dibekuk Ditpolairud Polda Jabar

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Detasemen Gegana Polda Jabar untuk mengidentifikasi bahan peledak yang digunakan para tersangka.

Pa Ops Subden 2 Jibom Detasemen Gegana Polda Jabar, Aipda Erik Heriadi, menyebut bahan peledak yang digunakan enam nelayan itu tergolong low explosion.

Menurut dia, bahan peledak jenis flash powder tersebut juga biasa digunakan untuk membuat petasan atau mercon.

Namun, pihaknya menegaskan penggunaan flash powder secara sembarangan juga sangat berbahaya.

"Para tersangka menggunakan listrik arus pendek untuk memicu ledakannya, bukan detonator," kata Erik Heriadi.

Baca juga: Para Nelayan Indramayu Mangaku Gunakan Bahan Peledak hanya untuk Menangkap Ikan Teri

Selain itu, dosis yang digunakan para tersangka untuk menangkap ikan juga sedikit, hanya separuh botol plastik berukuran kecil.

Para tersangka juga diduga mengkhawatirkan keselamatan mereka, sehingga dosis yang dipakai hanya sedikit dan tidak menggunakan botol kaca.

"Makanya, hanya setengah botol yang diisi bahan peledak, kalau penuh perahunya bisa hancur," ujar Erik Heriadi.

Seluruh bahan peledak yang diamankan dari para tersangka juga langsung didisposal di Mako Ditpolairud Polda Jabar.

Baca juga: Pengakuan Nelayan yang Diciduk Ditpoalirud Jabar, Sekali Pakai Bahan Peledak Dapat 20 - 30 Kg Ikan

Baca juga: Modus Nelayan Indramayu Masukan Bahan Peledak ke dalam Botol Plastik untuk Diledakan di dalam Air


Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved