Breaking News:

Nelayan Pakai Bahan Peledak Dibekuk

Pengakuan Nelayan yang Diciduk Ditpoalirud Jabar, Sekali Pakai Bahan Peledak Dapat 20 - 30 Kg Ikan

Wajah MZ (32) tampak tertunduk lesu saat konferensi pers di Mako Ditpolairud Polda Jabar, Jalan Kapten Samadikun, Kota Cirebon, Senin (24/5/2021).

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Dirpolairud Polda Jabar, Kombes Pol Widihandoko, beserta jajarannya saat konferensi pers di Mako Ditpolairud Polda Jabar, Jalan Kapten Samadikun, Kota Cirebon, Senin (24/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Wajah MZ (32) tampak tertunduk lesu saat konferensi pers di Mako Ditpolairud Polda Jabar, Jalan Kapten Samadikun, Kota Cirebon, Senin (24/5/2021).

Nelayan asal Kabupaten Indramayu itupun terlihat menggunakan kaus oranye bertuliskan "Tahanan" di punggung dan dada kirinya.

Selain itu, hampir seluruh bagian kepalanya tertutup kain hitam dan terlihat penyesalan mendalam dari sorot kedua matanya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Tangkap Ikan Pakai Bahan Peledak, Enam Nelayan Dibekuk Ditpolairud Polda Jabar

Baca juga: Para Nelayan Indramayu Mangaku Gunakan Bahan Peledak hanya untuk Menangkap Ikan Teri

MZ bersama lima nelayan lainnya, WA (35), WB (32), PK (26), KA (19), dan KB (40), ditangkap petugas Ditpolairud Polda Jabar karena kedapatan menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan.

"Satu botol kecil ini bisa digunakan untuk menangkap ikan teri 20 kilogram - 30 kilogram," kata MZ di hadapan petugas.

Ia mengatakan, ikan yang biasa ditangkap ialah teri di bagang yang berada di perairan Cantigi, Kabupaten Indramayu.

Namun, menurut dia, setiap melaut hanya menggunakankan satu botol kecil berisi bahan peledak untuk menangkap teri.

"Setelah dipakai dan ikannya ditangkap, ya sudah, langsung pulang ke daratan lagi," ujar MZ.

MZ menyampaikan, biasa melaut bersama beberapa rekannya dan menggunakan bahan peledak di bagang yang berbeda-beda.

Nantinya, hasil tangkapan itupun dikumpulkan menjadi satu untuk dijual kemudian dibagi rata dengan rekan-rekannya.

Saat itu, MZ juga mengaku telah menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan sejak 2015.

"Pakai ini (bahan peledak) dari 2015, sialnya sekarang (diamankan polisi)," kata MZ.

Sementara Dirpolairud Polda Jabar, Kombes Pol Widihandoko, mengatakan, perbuatan keenam nelayan tersebut melanggar UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

Ancaman hukuman dua UU itupun berbeda-beda, di antaranya 20 tahun penjara dan enam tahun penjara serta denda Rp 1,2 miliar.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved