Breaking News:

Nelayan Pakai Bahan Peledak Dibekuk

Para Nelayan Indramayu Mangaku Gunakan Bahan Peledak hanya untuk Menangkap Ikan Teri

keenam nelayan yang berinisial MZ (32), WA (35), WB (32), PK (26), KA (19), dan KB (40) itu kedapatan menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Dirpolairud Polda Jabar, Kombes Pol Widihandoko, beserta jajarannya saat konferensi pers di Mako Ditpolairud Polda Jabar, Jalan Kapten Samadikun, Kota Cirebon, Senin (24/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Sebanyak enam nelayan asal Kabupaten Indramayu dibekuk jajaran Ditpolairud Polda Jabar.

Sebab, keenam nelayan yang berinisial MZ (32), WA (35), WB (32), PK (26), KA (19), dan KB (40) itu kedapatan menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan.

Di hadapan petugas, tersangka KB mengaku menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan teri.

"Hanya teri, enggak nangkap ikan yang lain," ujar KB saat konferensi pers di Mako Ditpolairud Polda Jabar, Jalan Kapten Samadikun, Kota Cirebon, Senin (24/5/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS - Dituduh Bunuh Sopir Majikan, PMI Asal Majalengka Terancam Hukuman Mati di UEA

Baca juga: Sule Ngaku Mulai Sepi Job, Hanya Ngisi 1 Program TV, Tawarkan 1,7 Hektar Tanah ke Raffi Ahmad

Ia mengaku biasa menangkap teri di bagang yang berada di perairan Cantigi, Kabupaten Indramayu.

Menurut dia, di bagang itupun hanya terdapat ikan teri sehingga bahan peledak tidak digunakan untuk menangkap jenis lainnya.

Sementara PK mengaku baru kali ini menangkap ikan menggunakan bahan peledak.

Ia biasanya hanya menggunakan jaring saat menangkap hasil laut. Namun, setelah diajari rekannya barulah ia menggunakan bahan peledak.

"Ini baru pertama, alat-alatnya disiapkan teman, saya tinggal pakai saja," kata PK.

Dalam kesempatan itu, Dirpolairud Polda Jabar, Kombes Pol Widihandoko, menegaskan penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan jelas dilarang.

Pasalnya, hal itu dapat merusak lingkungan dan ekosistem laut yang sepatutnya dijaga demi kelestarian alam.

"Dampak penggunaan bahan peledak ini merusak biota laut, khususnya ekosistem terumbu karang," ujar Widihandoko.

Baca juga: Duh, Misterius Nih, 100 Ribu Data PNS Diduga Palsu, Gaji Terus Dibayar, Padahal Orangnya Tak Ada

Baca juga: Satgas IDI Larang Vaksin AstraZeneca untuk Orang Usia 30 Tahun ke Bawah, Ternyata Begini Risetnya

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mumu Mujahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved