Breaking News:

CPNS Sumedang

Kuota CPNS Sumedang Hanya 175 Orang, Sementara P3K Mencapai 1.079 Orang yang Diusulkan

Dengan demikian, total yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk seleksi CPNS dan P3K pada tahun ini sebanyak 1.254 orang.

Editor: Mumu Mujahidin
tribunmanado
Penerimaan CPNS 2021 Dibuka Mei 2021 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang hanya mengusulkan 175 kuota dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) dan 1.079 untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( P3K) pada tahun 2021.

Dengan demikian, total yang diusulkan Pemkab Sumedang untuk seleksi CPNS dan P3K pada tahun ini sebanyak 1.254 orang.

Tetapi, jumlah untuk CPNS dinilai masih kurang karena ada kebijakan harus lebih banyak P3K.

Kasubid Pengadaan dan Pensiun, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumedang, Asep Darussalam mengatakan untuk seleksi CPNS yang jumlahnya hanya 175.

Formasinya hanya untuk tenaga teknis dan tenaga kesehatan, sedangkan seleksi P3K untuk formasi guru.

"Kami mengusulkan formasi CPNS hanya untuk tenaga teknis dan tenaga kesehatan karena hingga saat ini masih kurang, makanya diusulkan," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (23/4/2021).

Asep mengatakan, sejak tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Sumedang masih kekurangan tenaga teknis dan tenaga kesehatan, sehingga pada seleksi CPNS tahun ini pihaknya kembali mengusulkan untuk dua formasi tersebut.

"Kekurangannya cukup banyak, soalnya kan dihitung dengan jumlah pensiun yang rata-rata 600 orang per tahun, jadi CPNS juga (kekurangannya) tidak tertutupi," kata Asep.

Baca juga: Bersiaplah, Seleksi CPNS Dibuka Akhir Mei 2021, Segera Siapkan Dokumen Persyaratan untuk Daftar

Baca juga: Gadis SMP Tak Mau Pulang ke Rumah Usai Lebaran, Ternyata Kerap Dibuat Tak Berdaya oleh Ayah Tirinya

Kendati demikian, pihaknya tidak mempermasalahkan kekurangan tersebut karena untuk memenuhi kebutuhan pegawai, Pemkab Sumedang harus menyesuaikan dengan anggaran yang ada.

Sementara untuk menutupi kekurangan pegawai itu, pihaknya hingga saat ini masih mengandalkan pegawai yang ada supaya semua pelayanan terhadap masyarakat bisa tetap terlayani.

"Kami memperdayakan yang ada saja, termasuk honorer yang sudah bekerja sekarang," ucapnya.

Namun, meski honorer bisa menutupi kekurangan pegawai, kata Asep, pihaknya tidak bisa lagi melakukan pengangkatan honorer karena rekrutmen bagi honorer sudah ditutup.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved