Breaking News:

Hari Kelima Penyekatan Larangan Mudik, 885 Kendaraan di Majalengka Diputarbalikkan

Hingga hari kelima larangan mudik Lebaran 2021, ratusan kendaraan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, diputarbalikkan.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Sebuah mobil pikap diberhentikan lalu diputarbalikkan karena membawa penumpang yang mana melanggar prokes di perbatasan Majalengka-Sumedang, Jumat (7/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Hingga hari kelima larangan mudik Lebaran 2021, ratusan kendaraan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, diputarbalikkan.

Tercatat, sudah ada 885 kendaraan yang diputar balik.

Kapolres Majalengka, AKBP Syamsul Huda, melalui Ps Subbag Humas Polres Majalengka, Aipda Riyana mengatakan, sasaran penyekatan adalah kendaraan dengan nomor polisi di luar wilayah Majalengka.

Baca juga: Download 50 Kumpulan Gambar Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Bagikan di Media Sosial

"Jika kepentingannya murni mudik dan tidak membawa surat perjalanan yang telah ditentukan maka dengan tegas akan diputar balik," ujar Riyana kepada wartawan, Selasa (11/5/2021).

Riyana menjelaskan, bahwa total kendaraan yang diperiksa selama lima hari larangan mudik ada sejumlah 4.033 kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

"Dan yang kami minta untuk putar balik ada 885 kendaraan," ucapnya.

Riyana menuturkan, Operasi Ketupat Lodaya 2021 tersebut, digelar sebagai upaya polisi menjaga keamanan masyarakat selama Ramadhan.

Baca juga: Pemudik Asal Pemalang Pilih Dipenjara Daripada Balik Arah, Ngaku Sudah 6 Tahun Tak Bertemu Anak

Selain itu, operasi ketupat juga bertujuan mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Pengawasan tidak hanya dilakukan di jalur utama, tetapi kata dia, juga di jalan antara perbatasan Kabupaten Majalengka dengan kabupaten/kota lainnya dan terus diawasi oleh petugas gabungan selama 24 jam.

"Kami mengimbau kepada masyarakat tetap di rumah saja. Tidak perlu mudik. Ini semua dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penularan Covid-19," jelas dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved