Breaking News:

Viral

Ibu di Soreang Sangat Malu Dengar Anaknya Mudik Jalan Kaki dari Gombong Viral, Ini Faktanya

Ibu dari Dani, Iilis Suryani (56) mengaku, sangat malu karena anaknya Dani dan keluarganya belakangan viral diperbincangkan di media sosial.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunjabar.id/Lutfi Ahmad M
Lilis Suryani (56) dan Fitria Anisa (18) di rumahnya, yang berada di Kampung Bojong Sayang, RW 1, RT 3, Desa Pananjung, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Minggu (9/5/2021). 

"Mesin jahit diambi bos, jadi bingung kerjaan gak ada. Yang ngajak hidup di jalan saya, kami turun ke jalan yang penting ada buat makan, ada yang ngasih kami terima gak ada yang ngasih kami jalan," ujar Masitoh, saat ditemui di tempat karantinanya, Minggu (9/5/2021).

Menurut Masitoh, sekitar seminggu lalu dirinya kembali melakukan perjalanan.

"Kami dari sini (Cangkuang) ke Cimindi naik angkot, dari Cimindi naik kereta api ke Purwakarta, Purwakarta Bandung, ongkosnya cuman Rp 7 ribu. Lalu dari Purwakarta ke Cikarang, mulai dari Cikarang kami jalan (kaki)," kata Masitoh.

Baca juga: Satu Keluarga Mudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Berhari-hari di Jalan Hanya Bawa Uang Segini

Baca juga: Korban PHK dari Perusahaan Konfeksi Terpaksa Pulang Mudik Jalan Kaki dari Gombong ke Soreang

Masitoh mengatakan, dari Cikarang, menuju Cikampek, Karawang, Subang, Indramayu.

"Di Indramayu kami dapat tumpangan dinaikan ke bus, ditanya tujuannya mau ke mana, kalau sebutin jauh-jauh kasian orang itu, jadi saya sebut yang dekat aja ke tegal ongkos 100 ribu," tuturnya.

Setelah di tegal menurut Masitoh, ia dan keluarganya jalan ke Gombong Jawa Tengah, dari situ balik lagi. 

"Jadi muter pergi dari utara pulang lintas selatan," katanya.

Menurutnya, dirinya melakukan perjalanan seperti itu sudah satu tahun.

"Setahun sebenarnya kami sudah keliling Jawa Tengah, Jawa Timur Jawa Bararat. Cuma tidak hanya sambil diam tapi sambil cari kerja. Tapi itu memang yang namannya cari kerja susah," katanya.

Masitoh memaparkan, selama satu tahun keliling Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, itu jalan kaki kalau ada yang kasih numpang kendaraan, ya numpang, ibarat jalan-jalan geratis.

Foto dari warganet yang sempat mengabadikan pasangan suami isteri, Dani dan Masitoh yang sedang beristirahat di sebuah SPBU di Kota Banjar Kamis (6/5). Pasangan suami isteri tersebut sembari membawa dua anaknya yang masih balita nekat berjalan kaki dari Gombong (Jateng) menuju Soreang Bandung. Pulang kampung karena di PHK di tempat ia bekerja di sebuah usaha konveksi rumahan di Gombong
Foto dari warganet yang sempat mengabadikan pasangan suami isteri, Dani dan Masitoh yang sedang beristirahat di sebuah SPBU di Kota Banjar Kamis (6/5). Pasangan suami isteri tersebut sembari membawa dua anaknya yang masih balita nekat berjalan kaki dari Gombong (Jateng) menuju Soreang Bandung. Pulang kampung karena di PHK di tempat ia bekerja di sebuah usaha konveksi rumahan di Gombong (Istimewa)

"Kalau tidur ada pom bensin, ya pom bensin, ada di mesjid kan di jawa tak dikunci," tuturnya.

Hal tersebut dilakukan, kata Masitoh, saat anaknya yang kecil berusia 4 bulan, dan sekarang sudah berusia 1,6 tahun. 

"Tinggal di mertua gak mungkin rumahnya kecil sempit, untuk kontrakan harus jalan hidup harus jalan, daripada mencuri, kan gitu kan," ujar Masitoh.

Masitoh mengatakan, dirinya masih warga Medan, namun kartu identitasnya hilang karena tasnya dicuri orang saat berada di Cimahi, begitu juga dengan kartu identitas suaminya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved