Mudik 2021
Setelah Suami Susah Payah Mudik dari Jakarta ke Banyumas, Diam-diam Istri Siapkan Hal Tak Terduga
Meski sudah dilarang mudik, masih saja ada warga yang nekat untuk pulang kampung demi merayakan Lebaran bersama keluarga.
TRIBUNCIREBON.COM - Meski sudah dilarang mudik, masih saja ada warga yang nekat untuk pulang kampung demi merayakan Lebaran 2021 bersama keluarga.
Pemerintah resmi memberlakukan larangan mudik Lebaran 2021 mulai 6-17 Mei mendatang.
Namun, masyarakat ada saja yang nekat dengan menggunakan jalur tikus untuk menghindari penyekatan yang dilakukan oleh petugas.
Ada yang berhasil pulang kampung tanpa terjaring razia petugas namun ada juga yang diminta untuk putar balik.
Baca juga: PENGAKUAN Dua Mahasiswi Sukses Mudik dengan Cara Naik Turun Angkot ke Majalengka, Juga Berbekal Ini
Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Sabtu 8 Mei 2021: Gemini Pasangan Bakal Paham, Virgo Harus Berani Ambil Langkah
Salah satu warga yang berhasil pulang kampung saat masa larangan mudik Lebaran 2021 adalah Wagiman, warga Banyumas Jawa Barat.
Namun sesampai di rumah, kepulangan Wagiman akhirnya dilaporkan oleh sang istri ke perangkat desa hingga akhirnya dia harus menjalani karantina di Gelanggang Olahraga Satria, Kabupaten Banyumas.
Cerita warga yang berhasil mudik namun dilaporkan oleh istri sendiri sehingga harus dikarantina ini diceritakan oleh Wagiman saat dikunjungi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Gelanggang Olahraga Satria, Kabupaten Banyumas , Jumat (7/5/2021).
Baca juga: Orang Cimahi Kerja di Bandung Diperbolehkan Keluar Masuk, tapi Kalau Niatnya Mudik, Jangan Berharap!
Baca juga: Lima Pemimpin Sepakat, Warga Cirebon Boleh Mudik ke Indramayu, Majalengka, Kuningan, Juga Sebaliknya
"Saya dilaporkan istri pak. Gara-gara istri lapor ketua RT, saya langsung dikarantina," kata Wagiman kepada Ganjar Pranowo.
Sontak jawaban Wagiman ini membuat Ganjar, Bupati Banyumas Achmad Husein dan beberapa pejabat lain tertawa.
Ternyata itu bukan candaan belaka.
Wagiman meyakinkan jika ia benar-benar dilaporkan sudah dikarantina.
"Benar, saya dilaporkan istri. Istri saya yang lapor ke pak RT bahwa saya datang dari Jakarta.
Langsung sampai sini dikarantina, belum ketemu anak istri dikarantina di sini," katanya
Meski awalnya jengkel, tapi Wagiman akhirnya menyadari kesalahannya nekat mudik ke kampung halaman di Banyumas.
"Ya saya menerima, tidak apa-apa lima hari dikarantina di sini. Saya pesan pada saudara-saudara lainnya enggak usah mudik.