Kepala Suku di Kabupaten Puncak Papua Turun Gunung Hadapi KKB Papua, Diancam Ditembak Tapi Tak Takut
Abelom Kogoya selaku kepala suku turun tangan langsung mengimbau masyarakat tak takut dan terprovokasi atas ulah KKB yang kian meresahkan.
TRIBUNCIREBON.COM - Kepala suku di Kabupaten Puncak, Papua turun tangan hadapi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Abelom Kogoya selaku kepala suku turun tangan langsung mengimbau masyarakat tak takut dan terprovokasi atas ulah KKB yang kian meresahkan.
Hal itu disampaikan Abelom saat ditemui Tim Satgas Binmas Noken Polri di Kiamak, Selasa (4/5/2021).
Baca juga: INI Doa Malam Lailatul Qadar Sesuai yang Diajarkan Rasulullah SAW, Nanti Malam Ganjil ke-25 Ramadan
Baca juga: KKB Papua Mulai Terpecah Belah, Anggotanya Tak Kuat Menahan Derita, Ampun-ampunan MInta ke NKRI Lagi
Pada kesempatan itu, Abelom juga mengaku sempat diancam akan ditembak oleh KKB pimpinan Numbuk Telenggen.
Namun hal itu tak menciutkan nyalinya.
Aksi Teror KKB di Kabupaten Puncak
KKB terus melakukan aksi teror di Kabupaten Puncak dalam sebulan terakhir.
Terakhir, KKB membakar dan merusak sekolah dan puskesmas di Distrik Ilaga Utara, Minggu (2/5/2021).
KKB diduga melakukan pembakaran karena lokasi itu pernah dijadikan Pos Komando dan Taktis oleh aparat keamanan.
Pada 27 April 2021, KKB melakukan kontak tembak dengan aparat dan menewaskan seorang anggota Brimob, Bharatu I Komang Wira Natha.
Pada 25 April 2021, Kepala BIN Papa, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha gugur dalam kontak tembak dengan KKB.
Pada 15 April 2021, KKB menembak mati seorang pelajar SMA di Kabupaten Puncak bernama Ali Mom.
Pada 9 April 2021, KKB menembak mati seorang guru SMP bernama Yonathan Randen.
Penembakan guru ini terjadi sehari setelah KKB menembak guru bernama Oktavianus Rayo, pada 8 April 2021.
Ditetapkan Sebagai Teroris