Minggu, 10 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Bupati Majalengka Prihatin Ada Warganya Tersandung Kasus Sate Beracun yang Tewaskan Anak Driver Ojol

Karna Sobahi menyebut, saking mengerikannya kasus sate beracun tersebut, ia menyamakan dengan banyaknya kasus TKW di luar negeri, seperti Arab Saudi.

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Bupati Majalengka, Karna Sobahi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengaku kaget sekaligus prihatin terhadap warganya yang kini tersandung kasus pembunuhan sate beracun yang menewaskan anak driver ojol di Bantul, Yogyakarta.

Apalagi, kasus sate beracun sudah merenggut nyawa orang.

"Barusan saya mendengar, saya kaget juga itu," ujar Karna Sobahi saat ditemui di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka, Selasa (4/5/2021).

Karna Sobahi menyebut, saking mengerikannya kasus sate beracun tersebut, ia menyamakan dengan banyaknya kasus TKW di luar negeri, seperti Arab Saudi.

Baca juga: Keluarga Sebut Nani Apriliani Tak Pernah Terbuka Soal Kisah Asmaranya Termasuk dengan Polisi

Baca juga: Fakta Baru Kasus Sate Beracun, Polisi Buru R, Pria yang Hasut Nani Apriliani Beli Racun Sianida

Yang mana, racun meracuni sangat marak terjadi dengan melibatkan TKW Indonesia. 

"Sudah kaya di Arab Saudi saja, meracuni begitu, bentuknya kaya TKW."

"Saya prihatin, sangat prihatin dengan berbagai kejadian atau kasus-kasus kekerasan, apa itu penjualan orang, pembunuhan seperti meracuni seperti itu," ucapnya.

Menindaklanjuti hal itu, pihaknya terus mengimbau agar masyarakat tidak mudah mengambil jalan cepat untuk menyelesaikan masalah.

Ia pun sebut, butuh bimbingan orang tua dan lingkungan sekitarnya.

"Saya akan terus mengimbau kepada masyarakat, tapi yaitu tidak mudah kita mengurusi rakyat di Majalengka, tapi tidak terpantau yang berada di luar," jelas dia.

Polisi Memburu Sosok R

Cewek pengirim sate sianida NA (25) diduga tak bertindak sendiri.

Ada orang yang memberikan saran kepada NA agar memberi paket makanan dengan racun sianida tersebut, yakni R.

Bahkan R adalah teman dekat NA yang diduga juga menaruh hati kepada tersangka.

Polisi masih memburu R, teman NA beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) pada Minggu (25/04/2021) lalu.

Baca juga: Ayah Nani Apriliani Sebut Nani Anak Baik, tapi Belakangan Jadi Pendiam, Syok Anak Lakukan Kejahatan

Baca juga: Ayah Nani Pengirim Sate Beracun Pasrah atas Kasus yang Menjerat Anaknya, Berharap Hukumannya Ringan

R menurut pengakuan NA merupakan sosok yang menyarankan kepada tersangka untuk mengirimkan paket makanan beracun kepada Tomy.

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi mengatakan tersangka NA (25) mendapat ide memberikan racun sianida dari temannya berinisial R.

Sosok berinisial R tersebut adalah pelanggan salon tempat NA bekerja.

Selama ini tersangka NA dan R berteman baik.

Tersangka pun sering bercerita tentang berbagai masalah pada R.

Termasuk sakit hati R kepada Tomy, yang sama-sama pelanggan salon tersebut. 

Pria berinisial R tersebut sebenarnya menaruh hati pada NA, namun cintanya bertepuk sebelah tangan.

Karena NA mencintai pria lain, yaitu Tomy.

Sosok R tersebut kemudian memberikan saran agar NA mengirimkan makanan yang sudah dibubuhi racun pada Tomy melalui ojek online.

Dengan niat ingin memberikan pelajaran. 

"Pengakuan sementara untuk memberi pelajaran, tujuannya hanya untuk diare. Menurut teman tersangka obat hanya berdampak mules sama mencret saja. Tapi kan kita masih memastikan," katanya, Senin (03/05/2021).

Baca juga: Sarnoto Nekat Mudik dari Cibubur ke Tegal, Berangkat Saat Sahur, Siang Sudah Lolos Sampai Indramayu

Baca juga: Ini Spesifikasi Kapal China Scientific Salvage Tan Suo 2 yang Akan Bantu Evakuasi KRI Nanggala-402

Ia melanjutkan racun sianida tersebut dibeli melalui e-commerce sekitar bulan Maret lalu.

Tersangka memesan sodium sianida, namun barang yang diterima adalah kalium sianida

Setelah pesanan datang, tersangka kemudian mencampurkan racun tersebut ke bumbu sate ayam tersebut.

"Untuk berapa takarannya baru kami dalami, kalau menurut pengakuan hanya satu sendok. Bentuknya semacam bubuk kristal kemudian dihaluskan,"lanjutnya.

Saat ini, pihaknya tengah mencari sosok R, teman NA yang memberi saran untuk meracuni Tomy.

Ia menyebut saat ini pria berinisial R tersebut belum ditemukan lantaran ponselnya mati. 

Ia pun menyebut ada kemungkinan tersangka baru.

Namun demikian, pihaknya masih harus melakukan penyelidikan dan mencari alat bukti.

"Pengakuan mbak NA seperti itu, tapi harus dibuktikan lagi. Saat ini hpnya mati. Ya kemungkinan bisa (tambahan tersangka), kami belum bisa pastikan,"ujarnya. 

(Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani)

Berita lain terkait Sate Sianida

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved