Breaking News:

Tukang Cukur Tidak akan Mudah Berlebaran di Garut, Jika Pulang Setelah Tanggal 6 Mei Nanti

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan warga yang diperbolehkan mudik adalah mereka yang tidak menetap di luar Garut alias hanya bekerja saja.

TribunJabar.id/Firman Suryaman
Ilustrasi: Rahmat (46) dan Deden (33) tengah melayani para pelanggan setianya di temoat potong rambut sederhana di tepi Jalan Sapta Marga, Kota Tasikmalaya, Jumat (22/5). 

Beda dengan Presiden Jokowi

Pemkab Garut memperbolehkan warganya yang bekerja di luar Garut untuk pulang dan berlebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan warga yang diperbolehkan mudik adalah mereka yang tidak menetap di luar Garut alias hanya bekerja saja.

"Contohnya tukang cukur, itu semuanya, keluarganya anak istrinya rumahnya di Garut,” ucapnya, Senin (03/5/2021).

Menurutnya Pemerintah Kabupaten Garut juga memperbolehkan mudik setelah tanggal 6 Mei 2021 dan hanya untuk warga yang bekerja di luar kota yang anak istrinya berada di kampung halaman.

Nantinya bagi mereka yang bekerja di luar kota dan hendak mudik ke Garut akan dilakukan test antigen.

"Kalau hasil tesnya positif, harus dilakukan isolasi, demikian juga jika hasilnya negatif harus menjalani isolasi dulu," ucapnya.

Baca juga: Polisi Mulai Lakukan Penyekatan Larangan Mudik di Gerbang-gerbang Tol di Purwakarta

Baca juga: Hindari Penyekatan Larangan Mudik, Pemudik Nekat Pulang Kampung Lebih Awal Lewat Jalur Pantura

Helmi menjelaskan larangan mudik berlaku bagi mereka yang menetap di luar kota dan sudah berkeluarga di sana.

"Bagi pemudik yang orang tuanya di Garut, sementara dianya sudah menjadi orang Jakarta atau Bandung, tidak disarankan untuk pulang," ungkapnya.

Jokowi Larang Mudik

Halaman
12
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved