Breaking News:

Viral

VIRAL Sopir Asal Indramayu Curhat Soal Larangan Mudik: Jangan Sampai Anak Istri Mati Kelaparan

Diketahui sopir travel tersebut bernama Edi Junaedi (43) warga Desa Segeran Kidul, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Media sosial diramaikan dengan curhatan seorang sopir travel yang mencurahkan isi hatinya terkait larangan mudik yang diberlakukan pemerintah.

Video curhatan berdurasi 03.05 menit itu pun viral, salah satunya yang diunggah oleh akun Channel Youtube Tribun Timur dan sudah ditonton sebanyak 267 ribu kali.

Diketahui sopir travel tersebut bernama Edi Junaedi (43) warga Desa Segeran Kidul, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

Melalui videonya, Edi Junaedi meminta kepada para penguasa negeri untuk berfikir ulang terkait penutupan pintu akses antar provinsi, imbas diberlakukannya larangan mudik.

Baca juga: Imbas Larangan Mudik, Tukang Ojek di Kalipucang Pangandaran Gigit Jari karena Sepi Pemudik

Baca juga: Sedih, Anak Serda Dwi Nugroho Berusia 3 Tahun Ucapkan Salam Perpisahan Saat Tabur Bunga KRI Nanggala

Ia menilai, kebijakan tersebut secara tidak langsung membunuh mata pencaharian mereka sebagai sopir.

"Jangan biarkan anak-anak kami menangis pilu disaat anak-anak kalian tertawa gembira, jangan biarkan kami kelaparan di saat kami terlelap tidur karena kekenyangan. Karena anak istri berikut kredit mobil dan semua-semuanya tidak ditanggung oleh negara," ujar dia berdasarkan rekaman video yang diterima Tribuncirebon.com, Minggu (2/5/2021).

Edi Junaedi mengatakan, para sopir merasa sangat terdampak dengan adanya kebijakan tersebut. 

Ia juga mempertanyakan kenapa harus sopir yang dikorbankan karena ketakutan akan Covid-19.

Tangkapan layar sopir travel asal Indramayu yang mencurahkan isi hatinya terkait larangan mudik.
Tangkapan layar sopir travel asal Indramayu yang mencurahkan isi hatinya terkait larangan mudik. (Istimewa)

Dalam hal ini, ia menilai, para sopir justru lebih takut apabila anak dan istri mereka mati kelaparan karena tidak makan.

Halaman
12
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved