Internasional
Kakek 70 Tahun di India Mengayuh Sepeda Bawa Jasad Istrinya yang Tewas karena Corona untuk Dikremasi
pria berusia 70 tahun di India utara, terpaksa membawa jenazah istrinya, yang meninggal karena Covid-19, untuk dikremasi dengan sepedanya
TRIBUNCIREBON.COM - Peristiwa memilukan terus terjadi di India pasca gelombang tsunami Covid-19 menggila.
Pemandangan-pemandangan memilukan pembakaran jenazah Covid-19 tergambar di sudut ibu kota India New Delhi.
Tak hanya di perkotaan, pemandangan memilukan juga terdapat di perdesaan akibat Covid-19.
Seorang pria berusia 70 tahun dari Uttar Pradesh (UP), negara bagian di India utara, terpaksa membawa jenazah istrinya, yang meninggal karena Covid-19, untuk dikremasi dengan sepedanya.
Pasalnya, tidak ada orang di desanya yang menawarkan bantuan karena takut mereka mungkin tertular virus mematikan itu, menurut pernyataan polisi setempat, Kamis.
Cobaan yang menyayat hati dari pria berjanggut dari desa Ambarpur di distrik tersebut, lebih dari 200 km dari ibu kota negara bagian Lucknow, telah terekam dalam dua foto yang beredar di media sosial.
Sementara di salah satu foto, pria terlihat menggendong tubuh dengan sepedanya, foto lainnya menunjukkan dirinya duduk tak berdaya di pinggir jalan dengan tubuh tergeletak di atas sepedanya yang jatuh.
Polisi mengatakan istri pria itu meninggal karena Covid-19 di rumah sakit distrik pada 26 April, dan tubuhnya dikirim ke desanya dengan ambulans.
Baca juga: Memilukan Seorang Ibu Bawa Jenazah Putranya dengan Becak di India, Disimpan di Dekat Kakinya
Baca juga: Waspada Tsunami Covid-19, Ridwan Kamil Sebut Jika Nekat Mudik, Indonesia Akan Seperti India
“Namun penduduk desa termasuk para tetua menolak untuk membantunya melakukan ritual terakhir karena khawatir mereka juga akan tertular virus,” kata SHO Madiahun Munna Lal Dhusia kepada PTI, dikutip Tribun Jogja dari The Indian Express.
“Setelah tidak ada yang datang untuk membantu, lelaki tua itu memutuskan untuk tetap menggunakan jenazah istrinya dan pergi untuk kremasi.
“Namun, tidak mungkin baginya untuk membawa jenazah dengan sepeda karena terus kehilangan keseimbangan,” kata SHO.
Dia mengatakan polisi membantunya setelah mengetahui tentang insiden itu.
“Personel polisi tiba di sana dengan ambulans dan bahan yang dibutuhkan untuk melakukan ritual terakhir dan membawa jenazah ke Ramghat tempat kremasi dilakukan,” katanya.

Rusia kirim bantuan
Untuk membantu penanganan gelombang kedua Covid-19, dua pesawat Rusia mendarat di India hari ini, membawa 20 unit produksi oksigen, 75 ventilator, dan 2.00.000 bungkus obat-obatan, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Duta Besar Rusia untuk India Nikolay R. Kudashev.